Ayo Punya Rumah

February 13, 2018

Memiliki rumah sendiri seringnya merupakan impian banyak keluarga baru.  Dari sana lah kemudian mereka membangun mimpi-mimpi selanjutnya. Kalau belajar kepada burung, saya juga merasa malu: Burung emprit  saja sebelum kawin sudah membuat rumah sendiri.

Sebagai motivasi para pemuda agar memiliki rumah dulu sebelum menikah,  saya share kisah kawan saya. Untuk menjaga privasi,  identitasnya tidak saya sampaikan. Pokoknya dia orang hebat dari Klaten. Ia menceritakan bahwa ia memiliki tiga anak yang berbeda jauh karakternya.  Perbedaan itu disinyalir berhubungan dengan status tempat tinggal pada waktu anaknya dibuat. 😀

Anak pertamanya dibuat ketika ia tinggal di Pondok Mertua Indah. Kamu bisa membayangkan,  sepasang pengantin baru tinggal di rumah mertua.  Mau masuk kamar jam 8 saja, malunya minta ampun.  Takut dibilang sama mertuanya,  “jam segini sudah tidur.”  Padahal sudah pasti tidak sedang tidur.  Karena itu,  kalau mau masuk kamar,  ia harus tengak-tengok kanan kiri.  Kalau kondisi sepi,  ia baru masuk kamar.  Alhasil setelah anak pertamanya lahir,  anak itu menjadi anak yang pemalu.  Ia berpikir mungkin karena waktu buat,  dalam suasana malu-malu. 😊😊

Setelah kondisi keuangan cukup,  ia dan keluarga kecilnya pindah ke rumah kontrakan. Dengan keuangan pas-pasan,  hidup di kontrakan sering terpikir dua hal.  Pertama uang kontrakan tahun depan mesti aman,  sehingga ia harus menyisihkan dana setiap hari untuk tabungan uang kontrakan.  Kedua,  kalau pemilik kontrakan tidak mau memperpanjang masa sewa,  ia harus siap mencari rumah kontrakan baru.  Karena itu lah ia jadi sering melamun.  Alhasil,  anak keduanya sampai sekarang suka melamun.  Kalau sedang ngobrol,  kalau nggak di toel, akan terus melamun.

Nah,  anak yang ketiga lain lagi. Dibuat di rumah sendiri,  karena kondisi keuangan keluarganya sudah membaik.  Luar biasa, anak ketiganya betul-betul pemberani.

Pelajaran dari kisah teman saya tersebut: Ayo anak muda berusaha lah lebih keras dan cerdas sehingga sebelum menikah,  Kamu sudah punya rumah.  Agar anak-anakmu menjadi anak-anak yang pemberani.

Ada kabar gembira (sekalian numpang iklan),  Grand Al Ihsan Residence,  Baleendah,  Bandung,  baru saja meluncurkan tipe rumah baru dengan harga di bawah Rp200 juta.  Ayo beli rumah sebelum nikah.  Masa kalah sama burung emprit ☺️

Advertisements

Rakyat Kecil di Mata Pemerintah

November 3, 2017

Semakin tinggi posisi jabatan, semakin luas bidang yang harus dipandang, sehingga obyek pandang menjadi tampak kecil. Istilah kerennya helicopter view. Yang sering dikhawatirkan adalah cara pandang pejabat yang bersangkutan. Ada suatu masa dimana pemerintah tega mendzalimi segelintir rakyat dengan dalih kestabilan keamanan dan ekonomi nasional. Keamanan dan ekonomi nasional ratusan juta penduduk dipandang jauh jauh lebih besar dibanding nasib segelintir rakyat.

Makanya diperlukan oranisasi pemerintahan. Cara pandang dan kewenangan dibuat berjenjang (cascading) untuk memastikan semua obyek dipandang secara adil. Bangsa itu layaknya sebuah tubuh yang tersusun dari berbagai organ yang memiliki fungsi masing-masing dan saling terkait. Kalau kita lihat lebih dalam, organ-organ itu disusun dari triliunan sel. Itu lah rakyat!

Akhir-akhir ini saya cukup khawatir dengan cara pandang sebagian pejabat pemerintah yang memandang segelintir rakyat memang betul-betul kecil sehingga layak untuk diabaikan. Semoga ini hanya kekhawatiran saya saja…

 

Sumber Foto: republika.co.id

 


Anak Kecil dan Sarang Lebah

August 5, 2017

Pada zaman dahulu ada sepasang anak kembar yang suka bereksperimen. Suatu hari mereka penasaran dengan gerombolan lebah madu yang memiliki sarang di belakang rumahnya, “apakah mereka berdua bisa bertarung melawan gerombolan lebah itu?” Lalu dimulai lah sebuah eksperimen, bersenjatakan sebilah pedang kayu, mereka mengobok-obok sarang lebah.


Ratusan lebah menyerang mereka berdua. Pedang mereka tak mampu menghalau sengatan di sekujur badan, terutama muka. Mereka berlari tapi tidak menangis. Bahkan tertawa geli. Kemudian mereka bereksperimen membuat ramuan obat dampak sengatan lebah dari bermacam bunga di halaman. Al hasil, esok harinya mereka sulit membuka mata karena muka mereka bengkak parah.

Apakah kamu berpikir, mereka izin tidak masuk sekolah? Kamu salah, mereka dengan bersusah payah dan menahan malu tetap berangkat ke sekolah karena mereka merasa sebagai lelaki pemberani yang pantang menyerah. Anak kembar itu sekarang sudah dewasa. Yang satu menjadi dokter anak dan satunya lagi adalah saya.

Sepertinya saya perlu mengumpulkan kembali semangat masa kanak-kanak itu…

 

Kredit Gambar: Mote


Anak Kecil dan Pantai

August 4, 2017

PantaiDunia ini seperti pantai. Dan manusia seperti anak kecil yang bermain. Kita keasyikan mengejar ombak dan membangun istana pasir. Padahal ombak sewaktu-waktu bisa menggulung. Laut dalam bisa menenggelamkan. Dan angin melenakan kita dari terik surya. Lalu kita lupa pulang.

 

 


Ramadan Istimewa

May 29, 2017

IMG_20160618_075753.jpg

Alhamdulillah, Ramadan tahun ini sungguh istimewa bagi masyarakat Indonesia. Karena kita memiliki banyak waktu pengkondisian. Pertama, dimulai dari banyaknya liburan sebelum Ramadan, termasuk libur pada dua hari menjelang Ramadan. Dengan banyaknya liburan tersebut, kita bisa mempersiapkan banyak hal, termasuk masalah belanja, sehingga kita tidak perlu lagi ke mall ketika Ramadan. Kemudian pengkondisian pada hari Jumat persis sebelum masuk Ramadan. Dipastikan seluruh khatib mengingatkan kita akan keutamaaan dan ketentuan Ramadan. Pengkondisian selanjutnya pada dua hari pertama Ramadan yang bertepatan dengan Sabtu dan Minggu. Para bapak bisa mengkondisikan keluarganya, khususnya anak-anaknya, dengan mendampingi mereka berpuasa, berbuka dan shalat tarawih berjamaah.

Jadi, selamat berkarya sekaligus beribadah secara optimal di Ramadan kali ini….


I Love Father

May 18, 2017

Saya terharu mendapat hadiah sebuah lukisan dari anak saya, Mote. Di lukisan tersebut tampak seorang Bapak yang menggandeng tangan anaknya di bawah rindangnya pepohonan. Si anak mengucapkan, “ai lof fader.” Bapaknya membalas, “tengkiu.”

Iya, saya sering menggandeng tangannya ketika mengantarnya dari tempat parkir ke sekolahnya sambil berbincang ringan. Dan saya sangat menikmati saat-saat itu. Ah, nikmat mana lagi yang Aku dustakan?


Sekelumit Kisah Rumah Tangga

March 8, 2017

Pada zaman di mana kedudukan wanita sangat memprihatinkan, turunlah Rasulullah SAW yang kemudian bersabda, ” janganlah Kamu memukul kaum wanita.”

Beberapa waktu kemudian datanglah Umar RA menghadap Rasulullah SAW seraya berkata, “para istri sekarang telah berani kepada para suaminya.” Lalu Rasulullah memberikan keringanan kepada para suami untuk memukul istri-istrinya.

Selanjutnya banyak para wanita yang datang ke rumah Rasulullah SAW untuk mengadukan perlakuan suaminya, maka Rasulullah SAW bersabda, “sungguh telah banyak para wanita yang datang ke rumah Muhammad untuk mengadukan perlakuan suami-suami mereka, maka mereka (yakni para suami  yang suka memukul istri-istrinya) bukanlah orang-orang yang terbaik di antara Kamu.”

Ditulis ulang dari Hadist Riwayat Abu Daud.

20151023_123449

Foto Ilustrasi: Fokuslah pada pasangan suami istri yang ada di bawah pohon!