Rakyat Kecil di Mata Pemerintah

November 3, 2017

Semakin tinggi posisi jabatan, semakin luas bidang yang harus dipandang, sehingga obyek pandang menjadi tampak kecil. Istilah kerennya helicopter view. Yang sering dikhawatirkan adalah cara pandang pejabat yang bersangkutan. Ada suatu masa dimana pemerintah tega mendzalimi segelintir rakyat dengan dalih kestabilan keamanan dan ekonomi nasional. Keamanan dan ekonomi nasional ratusan juta penduduk dipandang jauh jauh lebih besar dibanding nasib segelintir rakyat.

Makanya diperlukan oranisasi pemerintahan. Cara pandang dan kewenangan dibuat berjenjang (cascading) untuk memastikan semua obyek dipandang secara adil. Bangsa itu layaknya sebuah tubuh yang tersusun dari berbagai organ yang memiliki fungsi masing-masing dan saling terkait. Kalau kita lihat lebih dalam, organ-organ itu disusun dari triliunan sel. Itu lah rakyat!

Akhir-akhir ini saya cukup khawatir dengan cara pandang sebagian pejabat pemerintah yang memandang segelintir rakyat memang betul-betul kecil sehingga layak untuk diabaikan. Semoga ini hanya kekhawatiran saya saja…

 

Sumber Foto: republika.co.id

 

Advertisements

Anak Kecil dan Sarang Lebah

August 5, 2017

Pada zaman dahulu ada sepasang anak kembar yang suka bereksperimen. Suatu hari mereka penasaran dengan gerombolan lebah madu yang memiliki sarang di belakang rumahnya, “apakah mereka berdua bisa bertarung melawan gerombolan lebah itu?” Lalu dimulai lah sebuah eksperimen, bersenjatakan sebilah pedang kayu, mereka mengobok-obok sarang lebah.


Ratusan lebah menyerang mereka berdua. Pedang mereka tak mampu menghalau sengatan di sekujur badan, terutama muka. Mereka berlari tapi tidak menangis. Bahkan tertawa geli. Kemudian mereka bereksperimen membuat ramuan obat dampak sengatan lebah dari bermacam bunga di halaman. Al hasil, esok harinya mereka sulit membuka mata karena muka mereka bengkak parah.

Apakah kamu berpikir, mereka izin tidak masuk sekolah? Kamu salah, mereka dengan bersusah payah dan menahan malu tetap berangkat ke sekolah karena mereka merasa sebagai lelaki pemberani yang pantang menyerah. Anak kembar itu sekarang sudah dewasa. Yang satu menjadi dokter anak dan satunya lagi adalah saya.

Sepertinya saya perlu mengumpulkan kembali semangat masa kanak-kanak itu…

 

Kredit Gambar: Mote


Anak Kecil dan Pantai

August 4, 2017

PantaiDunia ini seperti pantai. Dan manusia seperti anak kecil yang bermain. Kita keasyikan mengejar ombak dan membangun istana pasir. Padahal ombak sewaktu-waktu bisa menggulung. Laut dalam bisa menenggelamkan. Dan angin melenakan kita dari terik surya. Lalu kita lupa pulang.

 

 


Ramadan Istimewa

May 29, 2017

IMG_20160618_075753.jpg

Alhamdulillah, Ramadan tahun ini sungguh istimewa bagi masyarakat Indonesia. Karena kita memiliki banyak waktu pengkondisian. Pertama, dimulai dari banyaknya liburan sebelum Ramadan, termasuk libur pada dua hari menjelang Ramadan. Dengan banyaknya liburan tersebut, kita bisa mempersiapkan banyak hal, termasuk masalah belanja, sehingga kita tidak perlu lagi ke mall ketika Ramadan. Kemudian pengkondisian pada hari Jumat persis sebelum masuk Ramadan. Dipastikan seluruh khatib mengingatkan kita akan keutamaaan dan ketentuan Ramadan. Pengkondisian selanjutnya pada dua hari pertama Ramadan yang bertepatan dengan Sabtu dan Minggu. Para bapak bisa mengkondisikan keluarganya, khususnya anak-anaknya, dengan mendampingi mereka berpuasa, berbuka dan shalat tarawih berjamaah.

Jadi, selamat berkarya sekaligus beribadah secara optimal di Ramadan kali ini….


I Love Father

May 18, 2017

Saya terharu mendapat hadiah sebuah lukisan dari anak saya, Mote. Di lukisan tersebut tampak seorang Bapak yang menggandeng tangan anaknya di bawah rindangnya pepohonan. Si anak mengucapkan, “ai lof fader.” Bapaknya membalas, “tengkiu.”

Iya, saya sering menggandeng tangannya ketika mengantarnya dari tempat parkir ke sekolahnya sambil berbincang ringan. Dan saya sangat menikmati saat-saat itu. Ah, nikmat mana lagi yang Aku dustakan?


Sekelumit Kisah Rumah Tangga

March 8, 2017

Pada zaman di mana kedudukan wanita sangat memprihatinkan, turunlah Rasulullah SAW yang kemudian bersabda, ” janganlah Kamu memukul kaum wanita.”

Beberapa waktu kemudian datanglah Umar RA menghadap Rasulullah SAW seraya berkata, “para istri sekarang telah berani kepada para suaminya.” Lalu Rasulullah memberikan keringanan kepada para suami untuk memukul istri-istrinya.

Selanjutnya banyak para wanita yang datang ke rumah Rasulullah SAW untuk mengadukan perlakuan suaminya, maka Rasulullah SAW bersabda, “sungguh telah banyak para wanita yang datang ke rumah Muhammad untuk mengadukan perlakuan suami-suami mereka, maka mereka (yakni para suami  yang suka memukul istri-istrinya) bukanlah orang-orang yang terbaik di antara Kamu.”

Ditulis ulang dari Hadist Riwayat Abu Daud.

20151023_123449

Foto Ilustrasi: Fokuslah pada pasangan suami istri yang ada di bawah pohon!

 

 

 

 


Pelajaran dari Surat Manusia Gua

February 24, 2017

Mengapa Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca surat Al Kahfi (Manusia Gua) setiap malam/hari Jumat? Di  satu hadist, Rasulullah bersabda, “barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Hakim dan Baihaqi). Di hadist lainnya, Rasulullah bersabda, “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal – huru hara) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”(HR. Muslim).

Dari dua hadist tersebut, saya memahami bahwa cahaya yang dimaksud sebagai keutamaan dari membaca surat Al Kahfi adalah petunjuk/hidayah. Sepertinya makna “petunjuk” tersebut tak lepas dari rangkaian doa yang dilantunkan oleh Manusia Gua untuk kita ikuti, “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami” (Al Kahfi: 10). Tapi lebih dari itu, surat Al Kahfi mengajarkan kepada kita setidaknya tiga pelajaran dari tiga kisah yang berbeda.

gua-alkahfi

Kisah pertama adalah kisah tentang sekelompok pemuda yang mengasingkan diri ke dalam gua untuk mempertahankan agama karena diancam oleh penguasa yang zalim. Allah membuat mereka tertidur di dalam gua selama 309 tahun dan membangunkan mereka kembali. Kisah ini mengajarkan kepada kita untuk selalu meminta hidayah kepada Allah dan menjaga hidayah yang telah dianugerahkan kepada kita. Meski kita dalam kondisi sangat lemah. Kalau pun harus terasing demi menjaga hidayah itu, lakukan lah.

Kisah kedua adalah tentang perjalanan Nabi Musa yang menuntut ilmu kepada Nabi Khidlir. Kisah ini mengajari kita untuk tidak gagap dalam membaca makna dibalik setiap peristiwa atau informasi. Nabi Musa sempat gagap ketika Nabi Khidlir tiba-tiba melobangi dan menenggelamkan perahu, membunuh seorang anak dan selanjutnya  menegakkan sebuah dinding rumah yang hampir roboh. Nabi Khidlir kemudian memberitahukan kepada Nabi Musa ternyata ada makna di balik semua peristiwa tersebut.

Kisah ketiga adalah kisah tentang Dzulqarnain, seorang raja yang memiliki kekuasaan yang luas membentang, namun ia tetap berlaku adil, menjadi pengayom kaum yang tertindas dan penghancur kaum yang berbuat kerusakan. Dengan segala predikat dan sepak terjangnya, Dzulqarnain dengan rendah hati berkata, “Ini adalah rahmat dari Tuhanku…” (Al Kahfi: 98). Kisah terakhir dalam surat Al Kahfi ini mengajarkan kita akan bentuk ideal peran dan sikap muslim sebagai khalifah di bumi, yakni sebagai penebar rahmat bagi alam semesta. Dan peran itu akan optimal apabila muslim memegang kekuasaan! 

Dan surat Al Kahfi kemudian ditutup oleh dua ayat pamungkas yang sangat indah: “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). Katakanlah: Sesungguhnya aku ini (Nabi Muhammad) manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Oh, sebuah surat yang sarat dengan petunjuk. Itu lah mengapa Rasulullah menganjurkan kita untuk membacanya setiap minggu di hari Jumat. Wallahu a’lam bishowaab…