5 Buku Wajib bagi yang Mau Resign dan Berwirausaha

February 14, 2017

Di antara koleksi buku tentang kewirausahaan, saya merekomendasikan 5 buku yang wajib dibaca oleh karyawan yang berniat untuk resign untuk kemudian fokus berwirausaha:

img_20170211_125752_hdr

Evil Plans – Hugh MacLeod

Buku ini benar-benar memprovokasi Kamu untuk segera keluar dari rutinitas karyawan yang membosankan. Dunia tidak semata-mata tentang uang. Dan Kamu itu diciptakan unik untuk sebuah tujuan: memberi value bagi lingkungan di sekitarmu.

The Ultimate Happiness (Unfinished Business) – Lee Kravits

Buku ini mengingatkanmu akan hidup yang singkat. Apakah Kamu rela apabila sampai Kamu mati, Kamu masih meninggalkan sederet urusan yang belum selesai? Entah itu hubungan dengan keluarga besarmu yang masih renggang, seonggok dosa yang belum Kamu mintakan maaf atau janji yang belum Kamu tunaikan…

The $100 Startup – Chris Guillebeau

Buku ini menyadarkanmu bahwa membangun bisnis rintisan tidak sesulit yang kamu pikirkan. Cukup dengan 1 lembar business plan, Kamu bisa menjalankan sebuah bisnis.

The Lean Startup – Eric Ries

Buku ini memang cukup berat, tapi akan memberi Kamu pemahaman yang cukup utuh tentang sebuah metode membangun bisnis rintisan yang efisien, khususnya di era digital sekarang ini. Jangan banyak bertele-tele, cepat buat prototype dan segera uji ke pasar. Dapatkan feedback dan sempurnakan produkmu.

The Moneyless Man – Mark Boyle

Buku ini mengajari Kamu untuk menjadi tangguh dan tidak menjadi budak uang. Kalau pun Kamu gagal dalam berbisnis, jangan khawatir! Kita masih bisa hidup tanpa uang!


Menjadi Developer Properti

August 23, 2016

Character is more important than intelligence for success (Gilberte Beaux)

Alhamdulillah, weekend kemarin saya belajar banyak dari dua pengusaha properti: Bu Anti Gantira dari Margahayuland Group dan Mas Ghofar Nazila dari Relife Property. Point penting yang saya tangkap dan mungkin berguna untuk dibagi setidaknya sebagai berikut:

  1. Pengusaha itu bukan superman, cari lah partner yang bisa melengkapi kekurangan;
  2. Industri properti adalah open industry, semua orang bebas masuk dan keluar;
  3. Developer properti itu seperti pelari. Developer pemula dan bermodal cekak seyogyanya berlaku seperti pelari sprint (cepat bangun, cepat jual). Kemudian berevolusi lah menjadi pelari marathon melalui skema land bank;
  4. Daripada kue kita tetap kecil, lebih baik kita bersama orang lain memperbesar kue dan membaginya;
  5. Bisnis yang berkelanjutan (sustainable business) itu hanya bisa dibangun di atas karakter yang baik, terutama jujur dan bertanggung jawab;
  6. Bisnis yang berkelanjutan tidak mungkin bisa dibangun dengan motif tunggal profit. Pengusaha harus bisa menemukan motif beyond money, misal menebar sebesar-besarnya kemanfaatan bagi manusia lainnya.

P1020909


Founder-Founder Muda

March 16, 2016

Akhir-akhir ini banyak anak muda yang  mencantumkan title “Founder/Co Founder” di curriculum vitae mereka. Entah itu founder sebuah start up bisnis atau sosial. Kata founder telah menjadi sebuah gengsi tersendiri.

Founder

Apapun itu, hal tersebut patut kita syukuri, karena setidaknya ada beberapa makna atas munculnya trend menjadi founder:

  1. Anak-anak muda kita bangga sebagai seorang inisiator, bukan hanya menjadi follower;
  2. Meningkatnya trend kewirausahaan di kalangan anak muda kita, baik kewirausahaan bisnis maupun sosial;
  3. Sebagian besar founder ini bergerak di bidang ekonomi kreatif, sehingga bisa dikatakan bahwa fenomena menjamurnya founder menandakan tumbuhnya ekonomi kreatif Indonesia.

Nah, ujian bagi para founder ini adalah seberapa “sound” business model  mereka sehingga bisa bertahan dan bertumbuh.

 

Salam Founder!


DICARI CO-FOUNDER SOLUSIGRIYA.COM

December 28, 2015

Saya melihat bahwa properti  (real estate) masih merupakan salah satu bidang bisnis yang paling banyak menciptakan hartawan. FIRE (Finance, Insurance, Real Estate). Dan saya melihat bahwa flipping properties merupakan model bisnis properti yang menjanjikan namun dengan modal yang tidak terlampau besar. Apalagi kalau kita bisa memodifikasinya menjadi model bisnis yang lebih solutif. Saya sudah mencoba membuat konsep model bisnis baru tersebut (sila lihat link) dan mencoba membuat prototype-nya dalam portal www.solusigriya.com.

Setelah beberapa waktu berjalan, saya menyadari bahwa  kadang sebuah ide besar tidak bisa diwujudkan sendirian. Perlu partner yang bisa saling mengisi, terutama kompetensi.  Oleh karena itu, melalui forum ini saya mencari calon co-founder, yang akan bersama-sama mereview model bisnis solusigriya.com dan bersama-sama membangunnya menjadi bisnis yang penuh berkah.

Bagi Anda yang TIDAK termotivasi oleh janji mendapatkan gaji tetap, namun tereksitasi dengan nilai saham PERUSAHAAN SENDIRI yang terus menanjak, silahkan kirimkan CV dengan subject COFOUNDER ke email address: agus.fitriandi@gmail.com. Terima kasih.


Membeli Masa Depan Saat Ini

September 29, 2015

Hari ini, kami menyelenggarakan acara Economic Outlook 2016, yang merupakan rangkaian penyusunan Rencana Kerja 2016. Saya didaulat menjadi pembaca doa tembak, jadi saya cuplik doa favorit yang diajarkan Rasulullah: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekhawatiran akan masa depan dan kesedihan atas masa lampau. Dan aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas. Dan aku berlindung pada-Mu dari sifat rakus-pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dominasi/penindasan dari manusia lain.”

Ternyata Bu Aviliani, sebagai narasumber, menggunakan juga kata kunci masa depan dalam sarannya, “belilah masa depan pada saat ini.”  Ada ketidakpastian di masa depan dan ketidakpastian adalah cost!

Saya menemukan pemaknaan baru atas doa ini: Jangan khawatir masa depan dan sedih atas masa lalu, sebab kita hidup di hari ini. Jangan lemah dan malas, sebab masa depan harus kita beli saat ini. Jangan pengecut dan kikir, sebab masa depan adalah milik si pemberani dan yang berlapang dada…


My $100 Startup

June 8, 2015

Saya sangat terinspirasi dengan buku The $100 Startup, tulisan Chris Guillebeau. Bahwa membangun startup business itu tak sesukar yang kita pikirkan. Dan semua itu bisa dimulai saat ini juga dengan hanya berbekal 1 lembar business plan.   Saya, dengan back ground pekerjaan di bidang investasi yang sehari-hari bergelut dengan business plan sempat meragukan ide tersebut. Tapi setelah kelar membaca buku tersebut, saya sepakat: Startup itu mudah, kuncinya adalah mampu menemukan value dan segera action!

Startup lebih mudah apabila dimulai dari kompetensi dan hobi (passion?). Saya langsung kepikiran buat konsultan Financial Management for Engineers. Saya juga kepikiran buat online marketplace untuk produk agro, hitung-hitung sambil jual koleksi bonsai di rumah.

image


Bikepreneur

March 21, 2015

Sebelumnya saya sering heran dengan pak Amri, seorang ustadz-motivator yang memposisikan dirinya sebagai bikepreneur. Beliau sering mengisi materi pengajian/training dengan memakai aksesori biker: helm sepeda. Bahkan ketika di dalam kereta atau pesawat sekali pun.

Sampai pagi tadi, ketika saya bersepeda keliling kawasan kebun sayur dan bunga Cigugur, Bandung Barat. Lukisan alam yang membentang, semilir angin yang menghembus dengan kadar oksigen yang sangat murni, membuat ide-ide segar berputar kencang.

image

Saya jadi paham, helm sepeda pak Amri bukan sekedar branding atas bikepreneur, tapi juga conditioning agar ide-ide segar tetap berputar kencang di dalam kepala.