Sebuah Obrolan Tentang Doa

Saya suka mengajak diskusi anak saya ketika mengantarnya ke sekolah. Kadang hal remeh-temeh, seperti berbicara masalah bentuk awan yang menyerupai Mellenium Falcon-nya Han Solo. Kadang hal yang cukup serius seperti diskusi pagi ini. Tentang doa. Dia memang sedang kepengin banget ke Lego Land, jadi saya minta kepadanya untuk banyak berdoa.

img_20160414_080009

Ya, memang kita tidak boleh meremehkan kekuatan doa. Saya mencontohkan sewaktu awal menikah, saya sering berdoa agar bisa ke Baitullah, Mekkah. Waktu itu, saya belum memiliki bayangan bagaimana caranya mendapatkan ongkos ke sana. Alhamdulillah, Allah mengabulkan dengan cara-Nya sendiri, saya mendapatkan hadiah perjalanan umrah.

Sewaktu di depan Ka’bah, saya pernah berdoa: “Ya Allah, sebenarnya saya malu untuk meminta hal cetek seperti ini kepada-Mu: Saya minta rumah dan mobil.” Alhamdulillah, tidak sampai setahun dari umrah, saya dan istri menemukan rumah yang dijual dengan harga murah yang kemudian kami beli. Alhamdulillah kami juga mendapat mobil, meski waktu itu masih merupakan fasilitas dari kantor.

Ngomong-ngomong tentang doa, menurutku doa memiliki dua faktor kekuatan. Faktor pertama adalah kemahakuasaan Allah. Allah Maha Kuasa berbuat apapun, termasuk mengabulkan doa kita. Terserah Allah bagaimana caranya. Faktor kedua adalah kekuatan reflektif. Ya, doa sebenarnya memaksa kita untuk melakukan introspeksi dan perbaikan diri. Misal pada doa sebelum makan, di situ kita meminta keberkahan dan dijauhkan dari api neraka. Makna reflektifnya adalah kita harus berusaha keras agar rizki yang kita makan adalah hahal dan thayib (baik). Bagaimana mungkin rizki yang diperoleh dengan cara yang tidak halal mengantarkan kita kepada keberkahan. Ia justru mengantarkan kepada api neraka.

Contoh makna reflektif lainnya yang pernah saya rasakan adalah sewaktu berdoa ketika tengah difitnah bahwa saya berkongkalikong di kantor. Saat sampai pada kalimat, “Ya Allah pulihkan nama baik saya,”tiba-tiba terbetik pertanyaan di benak saya: Apakah saya punya nama baik di hadapan Allah?

O iya, masih ada satu doa saya di Baitullah yang belum terkabul, saya ingin memiliki usaha yang berkontribusi bagi ekonomi umat. Mungkin karena saya belum selesai dengan urusan personal…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: