Memupuk Pohon Cinta

Ada pepaptah jawa mengatakan, witing tresna jalaran saka kulina, cinta tumbuh karena sering berjumpa. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, banyak pasangan yang terjebak dengan Hukum Gossen I,  law of diminishing marginal utility, di mana cinta justru menjadi hambar karena konsumsi kebersamaan yang terus menerus.

Menurut saya, kunci menjaga pohon cinta tetap bertumbuh terletak pada pemaknaan relasi dengan pasangan. Bahwa relasi antar pasangan itu bukan hanya sekedar relasi material, namun juga spiritual. Apabila kita berhenti di ranah material, maka berlaku lah Hukum Gossen I. Lain halnya apabila terjadi relasi spiritual, sebab ranah spiritual tidak mengenal batas. Laut dan langit spiritual tak berbatas. Demikian juga lapar dan dahaga spiritual. Unlimited!

Oleh karena itu lah, Islam mengajarkan doa, “Rabbanaa, hablanaa min azwaajinaä wa dzuriyaatinaa qurrota a’yun, wajálna lilmuttaqiina imaaman, ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Bahwa keharmonisan dengan pasangan tidak hanya cukup untuk diciptakan oleh pasangan itu sendiri, tapi juga dipintakan kepada Dzat Pemilik Cinta, Dzat yang sanggup membolak-balikkan hati siapa saja. Bahwa relasi diantara pasangan bukan sekedar relasi yang bervisi sempit, tapi relasi yang bersifat abadi. Relasi mulia yang memiliki obsesi besar: Keluarga Juara di  Dunia dan Akhirat!

Love tree

Teruntuk Momo Farida Nurhasanah: Terima kasih Cinta…(cie..cie..)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: