Pertanyaan yang Mengejutkan

Kemarin, Mote tiba-tiba bertanya, “Po, kenapa Allah tidak bisa dilihat?” Saya sempat terkejut dengan pertanyaan yang tak terduga dari anak berusia 5 tahun itu. Diam sejenak, menyusun jawaban yang mudah dicernanya.

image

“Mote, Allah itu sangat berbeda dengan mahluk-Nya. Kita tidak bisa melihat-Nya dengan mata kita. Kita bisa melihat-Nya di surga.”

Mote mengangguk-angguk, tapi saya merasa ia tak benar-benar puas atas jawabanku. “Kalau ke surga kita harus meninggal dulu ya Po…Mote kepengin meninggal!”

“Hush! Setiap orang ada jatah meninggalnya masing-masing, Mote.”

Jujur saja, dari dialog itu, saya merasa sedang diingatkan. Sebagai orang tua, saya masih perlu banyak belajar agar cukup ilmu untuk bisa membimbing anak-anak mengenal Tuhannya dengan benar.

Esoknya saya browsing di internet dan cukup terbantu dengan nukilan dari buku Islam Rahmatan lil ‘Alamin-nya Muhammed Fethullah Gulen. Bahwa melihat terkait dengan masalah cakupan kemampuan. Mata kita tidak bisa melihat bakteri karena teramat kecil, meski itu ada di tubuh kita. Kita tidak bisa melihat keseluruhan semesta karena teramat luas. Dengan keterbatasan tersebut, bagaimana kita bisa melihat Allah. Kita bisa melihat keberadaan-Nya dari ciptaan-ciptaan-Nya, yang tak mungkin ada tanpa ada yang mencipta: Dia lah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tadi pagi sambil mengantarnya ke TK, saya ulangi kembali jawaban atas pertanyaannya yang mengejutkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: