Pertanyaan Reflektif Ramadan

Ramadan selalu memberikan pertanyaan reflektif bagi kita:
1. Apabila di Ramadan kita bisa menahan dari sesuatu yang halal, kenapa di bulan lain kita tidak bisa menahan dari sesuatu yang haram?
2. Apabila di Ramadan kita bisa shalat berjamaah, kenapa di bulan lain kita susah?
3. Apabila di Ramadan kita bisa menutup aurat, kenapa di bulan lain kita merasa risih?
4. Apabila di Ramadan kita bisa bersadaqah besar, kenapa di bulan lain kita merasa berat?

Dan seterusnya dan seterusnya…

Kita sering berdalih dengan dalil bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Ternyata kapasitas kemampuan kita lebih besar dari yang kita biasakan.

Rumus sukses Ramadan memang seharusnya kita pakai di bulan-bulan lain, yakni Iman dan Ihtisaban (penuh perhitungan)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: