Green Bonsai

Memang ada bonsai yang tidak green? Ada! Green di sini bukan masalah bonsai yang berdaun banyak atau bukan. Green di sini terkait dengan eco friendly. Ini lebih ke masalah attitude dalam membonsai.
image

Untuk membuat bonsai yang indah, diperlukan waktu yang cukup lama, bisa bertahun-tahun. Kadang pebonsai tidak sabar untuk membentuk bonsai dari bahan bonsai (babon) hasil budi daya. Mereka tergoda untuk membentuk bonsai dari babon instan, hasil dongkelan dari alam. Sayangnya kesadaran pemburu babon kita terkait pelestarian ekosistem masih kurang. Asal dongkel pohon di hutan, gunung atau pantai, sehingga merusak ekosistem. Kalau sudah seperti itu, sehijau dan seindah bagaimanapun sebuah bonsai, menurut saya tidak green.

Kalau saya perhatikan di luar negeri, khususnya di negara maju, para pebonsai sangat berhati-hati dalam penggunaan babon dongkelan. Pernah sewaktu pebonsai terkenal luar negeri sedang memamerkan bonsai dari bahan dongkelan, ia menerangkan dengan detil terlebih dahulu bahwa babon tersebut ia beli dari seseorang yang tengah merenovasi sebuah rumah. Ia takut kalau disangka memperoleh babon secara ilegal.

Saya pikir kesadaran terkait green bonsai perlu kita tingkatkan di Indonesia. Salah satu caranya dengan tidak membeli bahan dongkelan dari pemburu babon liar. Perlu diingat, keindahan sebuah bonsai tidak hanya dinilai dari keadaan fisik sebuah bonsai, tapi juga filosofi dan sejarah yang melekat pada setiap bonsai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: