Memilih Sikap

Sesungguhnya Tuhan tidak akan mengubah apa yang ada pada suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Ar Ra’d: 11

Kita memang diminta Tuhan untuk berusaha mengubah nasib kita, namun jika suatu posisi sudah menjadi takdir, menyikapi posisi tersebut adalah pilihan.

Tentang pilihan bersikap, saya punya sebuah kisah nyata yang patut kita renungkan. Saya mengenal bu Lia dan pak Asep, dua orang Satpam outsourcing yang pernah ditugaskan di kantor saya.

Setelah beberapa bulan tak berjumpa mereka, saya pikir karena mereka di rolling ke tempat lain, saya bertemu pak Asep di sebuah kantor. Ternyata beliau sudah menjadi Satpam tetap di kantor tersebut.

“Alhamdulillah, Pak, saya sudah menjadi karyawan tetap di sini. Saya merasa lebih tenang (dari pada menjadi karyawan outsourcing).”

“Saya turut bersyukur, Pak. Kalau Bu Lia sekarang di mana, Pak?”

“Bu Lia mah lebih senang menjadi karyawan outsourcing, Pak. Sebenarnya dia punya usaha konveksi pakaian yang sudah cukup besar. Dia menjadi Satpam outsourcing agar bisa berpindah-pindah kantor untuk marketing produk pakaiannya. Kemarin dapat pesanan seragam dari bank Anu.”

image

KAWAN, SELAMAT MENYIKAPI APAPUN POSISI KITA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: