Menghormati Uang

Barang siapa tidak menghargai uang receh, ia tidak berbakat kaya. A. Fitriandi

Sore ini, saya sangat trenyuh. Melihat seorang bapak tua penjual asongan di depan Pasar Simpang Dago. Beliau tampak begitu cermat tengah menghitung hasil dagangan seharian. Dari jauh saya bisa menebaknya, jumlahnya tak lebih dari dua puluh ribu rupiah. Berkali-kali beliau menghitungnya. Seakan takut ada satu lembar yang tertinggal. Dan kalau mau kita putar ulang film singkat beliau sehari ini, kita akan menjumpai terik matahari, debu dan asap jalanan serta keringat.

image

Di sisi lain, kadang kita dengan gampangnya membuang uang untuk sesuatu yang tak berguna. Lantas, kita perlu bertanya sejauh mana kita telah bersyukur. Sebab dua dari dimensi-dimensi syukur adalah menghargai (respect) nikmat dan membagi (share) sebagian nikmat kepada mahluk di sekitar kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: