Mewariskan Ideologi

Pagi tadi sambil sarapan, saya (P) berdiskusi dengan anak saya, Morteza (M), yang masih duduk di TK 0 kecil.
P: “Mote, kenapa air laut terasa asin?”
M: “Karena ada garamnya, Po.”
P: “Kalau garam berasal dari mana?”
M: “Dari Allah, Po.”

Dalam hati saya sangat bersyukur, anakku sudah mulai mengenal tuhannya. Karena bagi orang tua, hal ini lah yang paling berat. Orang tua sangat bisa mewariskan genetika, karena itu memang given. Orang tua bisa mewariskan harta dari hasil kerja kerasnya siang malam. Orang tua bisa mewariskan ilmu dengan menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik. Tapi orang tua belum tentu bisa mewariskan IDEOLOGI.

image

Mewariskan ideolologi butuh interaksi yang berkualitas. Juga campur tangan tuhan. Semoga kita, para orang tua, mampu mewariskannya. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: