Pelajaran dari Mushola Kodel

Selepas shalat duhur, saya meluruskan kaki di pojok masjid. Tiba-tiba ada seorang bapak yang mengajakku ngobrol. Ternyata beliau sedang mengantar putrinya yang baru diterima kerja di salah satu perusahaan yang bertempat di Wisma Kodel. Anaknya lulusan Planologi ITB, jadi agar diskusi lebih nyambung, saya juga mengeluarkan password ITB.

Beliau bercerita sebelumnya anaknya sudah diterima di sebuah BUMN, tapi sang anak tidak betah karena banyak menemukan kasus mark up di sana. Sang bapak juga mendukung keputusan putrinya. Ada salah satu kalimat yang masih terngiang-ngiang sampai sekarang, “kalau bisa sedari muda kita bekerja di tempat yang bersih.”

Saya bersyukur, masih ada harapan di Indonesia ini. Tapi akan lebih ideal lagi kalau sarjana-sarjana kita membuat perusahaan yang bersih sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: