Selamat Jalan Prof. Avip

Rabu pagi saya dikejutkan dengan kabar yang seharusnya tak mengejutkan: Berpulangnya Prof. Avip Syaepullah ke Yang Maha Kuasa. Mengejutkan, karena baru saja kemarin  masih berbincang-bincang tentang proyek yang sedang kami jalankan. Tak mengejutkan, karena seperti itulah hakikat kematian: Misteri yang kuasa mendatangi yang tua atau muda, yang sakit atau sentausa.

Saya mengenang beliau sebagai pria tua yang enerjik. Meletup-letup tapi tetap bijaksana. Orang sunda yang “kurang nyunda”, karena terlalu blak-blakan. Profesor dengan profesi lintas bidang: Dokter gigi, dosen, politikus, birokrat, aktivis juga businessman.

Pelajaran dominan yang saya ambil dari beliau adalah kedisiplinan, antusiasme dan kerendahatian. Saya kembali teringat ketika satu waktu kami terjebak macet di jalan tol Jakarta sedangkan jadwal rapat sudah mendekat, kami turun dari jalan tol dan mengejar waktu dengan naik ojek. Padahal bisa saja beliau beralasan.

Saya tahu, masih ada cita-cita beliau yang belum kesampaian: Menjadi menteri dan menerbitkan satu buku yang tengah ditulisnya. Tapi waktu tak bisa menunggu. Selamat jalan Prof. Avip, semoga bisa berjumpa di surga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: