Bermain Saham

Ternyata cukup lama juga saya tidak nulis di blog ini. Ini gara-gara saya keasyikan dengan mainan baru: Pasar Modal. Desember kemarin, saya masuk menjadi member Danareksa Online, jadi saya bisa bertransaksi efek (saham, obligasi, reksadana dan sejenisnya) secara online di mana pun, asal ada jaringan data/internet. Sebenarnya sudah lama saya ingin berinteraksi intens dengan pasar modal, yakni sejak lulus ujian kompetensi Wakil Manajer Investasi (WMI) tahun 2010 lalu, tapi baru kemarin kesampaian.

IHSGDi sini, saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman terkait mainan baru ini:

  1. Bagi Anda yang belum mencoba berinvestasi di saham, segera masuklah! Don’t put all your eggs in 1 basket! Jangan taruh semua uang anda di bank, investasikan sebagian porsi di saham atau jenis efek lainnya sesuai selera fungsi return-risk Anda. Insya Allah, dengan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini (lihat posting sebelumnya), tingkat pengembalian investasi Anda akan jauh di atas bunga bank (deposito). Lagian, sudah saatnya Bursa Efek Indonesia dikuasai oleh orang Indonesia sendiri. Sudah saatnya saham-saham perusahaan Indonesia dimiliki oleh masyarakat Indonesia sendiri. Sehingga akan makin memperkokoh kedaulatan ekonomi Indonesia.
  2. Berinvestasi di pasar modal tidak lah sulit. Kita tidak perlu memiliki lisensi WMI terlebih dahulu. Kita hanya butuh akal sehat. Bahan pertimbangan bertransaksi yang lebih teknis, bisa kita peroleh dari ulasan-ulasan analis saham (banyak yang gratis: contohnya blog Analis Saham Independen). Kalau tidak mau pusing-pusing, Anda bisa berinvestasi hanya di saham-saham blue chip, yakni saham perusahaan dengan fundamental yang kuat. Anda bahkan bisa menganggap berinvestasi di saham sebagai sebuah permainan yang menguntungkan. Bagi Anda yang suka bermain game online, lebih baik bermain saham online.
  3. Berinvestasi di pasar modal tidak lah membutuhkan modal yang besar. Dengan  uang sedikit pun kita bisa berinvestasi di saham secara retail atau dengan cara membeli reksadana. Kita tidak perlu menunggu memiliki uang banyak untuk masuk ke pasar modal, kita perlu masuk segera untuk bisa memperoleh “feel” nya, memahami mekanismenya, sehingga apabila kita telah memperoleh rizqi yang lebih besar, kita sudah siap untuk berinvestasi  dengan lebih optimal.
  4. Berinvestasi di saham justru akan memotivasi Anda untuk berusaha memperbesar atau memperbanyak kran-kran pendapatan. Ini sepertinya efek dari Kuadran Investor, di mana secara filosofi, kita tidak mungkin bisa berinvestasi dengan jumlah yang memadai apabila kita tidak memiliki sumber pendapatan yang memadai juga.  Anda akan merasakan sensasi  sebagai pemegang saham. Bayangkan! Anda itu salah satu pemegang saham Telkom, Semen Indonesia, PGN, Unilever, atau perusahaan besar lainnya. It’s amazing!

Sementara itu saja dulu, semoga bermanfaat. Saya tutup dengan quote baru saya, “Apabila dunia ini adalah permainan, maka bermain saham adalah permainan di dalam permainan.” Ayo ramaikan pasar modal Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: