Hidup Mulia nan Sempurna

Alhamdulillah, sore menjelang tahun baru hijriah 1435 kemarin, lahir anak kedua kami. Seorang anak perempuan berambut lebat dengan berat 3,45 kg dan tinggi 0,49 m (semua dalam satuan SI). Ahad kemarin, di hari ke-7 nya, kami langsungkan aqiqah sesuai sunah Rasulullah.

Isykarima Mumtaza

Kami memberinya nama Isykarima Mumtaza (dari kata ‘isy kariiman = hidup mulia dan mumtazah = sempurna), sebagai salah satu bentuk ungkapan doa agar  anak kami memiliki hidup mulia nan sempurna. Seperti nasihat Asma’ binti Abu bakar kepada anaknya, Abdullah bin Zubair,  “‘Isy kariman wa mut kariman”, “hiduplah sebagai orang yang mulia dan mati lah juga sebagai orang yang mulia!” (dalam Tarikh Dimisyqa karya Ibnu Asakir dan Tahzîb al-Asma’ wa al-Lughat karya Al-Imam Muhyiddin an-Nawawi).

Nama tersebut juga sebagai salah satu bentuk tekad kami untuk mendidiknya agar ia memiliki hidup mulia nan sempurna. Sebagaimana arti mulia dalam Al Hujurat ayat 13, “Inna akramakum ‘indallahi atqakum, sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu adalah orang yang yang paling bertaqwa.”

Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: