Filsafat Bahagia Setiap Saat

Kemarin saya baru saja berdiskusi dengan sesepuh Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya Indonesia-China (LIC) perwakilan Jawa Barat, pak Luddy Setiady dan pak Agus Tjakralaksana.  Kalau pak Luddy, saya sering bertemu dengan beliau, tapi kalau dengan pak Agus, itu adalah pertemuan pertama saya.

Pak Agus adalah pendiri bisnis farmasi Afiat (salah satu produk populernya adakah Pagoda Pastilles dan Afitson). Usia beliau sudah 81 tahun, tapi beliau masih tampak segar berseri-seri dan bersemangat. Beliau bercerita, meski operasional group bisnisnya sudah ditangani oleh anak-anaknya, beliau masih aktif berkeliling mengontrol group bisnisnya setiap hari.

74497___gustavorezende___Kids_6_03Saat saya tanyakan apa resep agar tetap segar bugar, beliau menjawab bahwa resepnya adalah merasa bahagia selalu setiap saat. Beliau berkelakar, bahwa falsafah bahagia selalu itu seperti falsafah tukang jualan huut (bahasa sunda untuk dedak, serbuk halus dari kulit padi, biasanya untuk makanan ayam, itik, dsb). Tukang jualan huut, selalu bertepuk tangan seusai transaksi (sebenarnya bertepuk tangan untuk membersihkan tangannya dari serbuk huut), tak peduli ia untung atau rugi.

Bahwa di dalam bisnis, rugi itu bisa saja terjadi. Tetapi di saat rugi, bahagia tetap tidak boleh menghilang, karena kita tetap bisa mendapatkan pelajaran, tambahan jaringan, atau peningkatan integritas.

Semoga bermanfaat. Selamat berbahagia setiap saat!

Sumber gambar: http://coachingwithjoe.com/wp-content/uploads/2012/11/Smiling-Sun.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: