Tamu Agung

Saya baru tersadar, ternyata besok adalah jadwal saya kedatangan tamu yg merupakan teman lama saya. Ia seorang saudagar kaya di negeri seberang. Tiap tahun ia pasti ada urusan bisnis ke daerahku dan pasti menginap di rumahku. Ia tidak suka tidur di hotel, katanya ribet ke masjid.

Jujur saja, sebenarnya dia menganggu jadwal rutinitasku. Soalnya ia suka mengajakku berdiskusi sampai larut malam, entah tentang rencana bisnis, sosial politik atau sekedar nostalgia. Tapi semua itu ada imbalannya, ia pasti memberiku proyek-proyek baru atau setidaknya ide-ide bisnis yang cemerlang. Jadi ia memang tamuku yang istimewa.

Tahun ini saya memang sedang sibuk-sibuknya. Lupa, sampai tidak melakukan persiapan menyambut tamu istimewaku itu. Logikanya kecerobohan ini tidak perlu terjadi. Tapi sudah terjadi…

Ah, sebenarnya cerita di atas itu hanya karangan saja. Saya sebenarnya ingin membuat analogi tentang datangnya tamu yang jauh dan sangat jauh lebih istimewa dari tamu karangan saya tadi. Tapi saya gagal membuat analogi itu. Karena ia memang terlampau agung. Ia bukan hanya tamu saya, ia adalah tamu kita semua: Ramadan! Selamat Ramadan, Saudaraku. Semoga kita bisa meraup keberkahannya dengan optimal. Aamin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: