Analisis Fenomena Bintang Mendadak di Dunia Maya

Indonesia memang unik. Banyak aksi yg kalau dipikir ‘kurang penting’ tapi jadi ngetop lewat dunia maya, seperti video lipsync Keong Racun-nya Sinta Jojo dan joged Chayai-Chayai-nya Briptu Norman Kamaru. Saya mencoba menganalisis fenomena tersebut sebagai berikut:

1. Pengguna Iseng Internet

Pengguna internet di Indonesia sedang bertumbuh pesat, jadi banyak pengguna pemula. Menurut data Internetworldstats (IWS), pada tahun 2000 lalu pengguna internet di Indonesia diperkirakan masih sebesar 2 juta orang, sedangkan sampai akhir 2009, angkanya telah melejit menjadi sekitar 30 juta orang. Menurut data Kominfo pada pertengahan 2010, estimasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 45 juta orang. Sayangnya harus diakui, tidak semua penggunaan internet oleh masyarakat kita untuk urusan serius. Sebagian besar bahkan untuk iseng. Mungkin awalnya karena latah mengikuti trend eksis di jaringan sosial di dunia maya. Kemudian ada sebagian pengguna iseng yang mengunggah tayangan iseng. Menurut hukum alam, orang iseng akan bertemu dengan orang iseng. Nah bagi pengguna iseng lainnya, unggahan Sinta Jojo  dan Briptu Norman dianggap suguhan menarik. Dengan kekuatan network yg menggurita, unggahan ini bagai bola salju menggelinding dari orang iseng ke khalayak iseng.

2. Masyarakat yang Tertekan

Makna dari analisis kedua ini sebenarnya cukup memiriskan. Latar belakangnya adalah kondisi masyarakat kita yang sedang tertekan berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan politik. Media massa setiap hari menyuguhkan berita-berita yg tidak mengenakan: tawuran di intern masyarakat; krisis financial yang masih berbuntut;  intrik dan bobroknya wakil rakyat dan birokrat. Masyarakat menjadi jenuh. Mereka memerlukan tayangan yang ringan dan menghibur. Maka unggahan Sinta Jojo dan Briptu Norman seperti pucuk dicinta ulam tiba.

3. Peran Media Massa

Disamping dua alasan di atas, ada peran media massa, khususnya elektronik, dalam mengompori fenomena ini. Bagi media massa, kasus kasus naik daun seperti di atas adalah berita yang dapat dijual untuk naik daun juga. Karena itu tidak mengherankan, bintang-bintang  mendadak itu kemudian sering dimunculkan di acara-acara TV. Nah untuk tujuan komersial juga kemudian beberapa pengiklan memanfaatkan ketenaran mereka sebagai pendongkrak jualan. Ada iklan sosis, bahkan untuk tujuan propaganda pada kasus Briptu Norman.

4. Munculnya Pengguna yang Terinspirasi

Setelah tiga  alasan penyebab di atas, ada perubahan motif di segelintir pengguna internet. Setelah Sinta Jojo ngetop mendadak dan mendapatkan manfaat secara materiil, sebagian pengguna terinspirasi untuk turut juga mencoba peruntungan dengan metoda sejenis. Ini adalah kelompok peletup gelombang kedua. Menurut saya ini adalah pengguna yang sadar dan lebih kreatif. Contoh kasusnya adalah lagu Andai Aku Gayus Tambunan-nya Bona Paputungan dan lagu Udin Sedunia. Lalu proses tersebut menjadi menjadi sebuah siklus.

2 Responses to Analisis Fenomena Bintang Mendadak di Dunia Maya

  1. coker says:

    kirain bahas supernova
    kalo analisis saya, mereka tuh terkenal berkat forum2 seperti kask*s dll. sinjo/shinta jojo misalnya. sudah menjadi perbincangan di Kask*s jauh sebelum mereka terkenal. kemudian merembet melalui social network seperti facebook dan twiter

    • Setuju Kang Oyyon. Kask*us memang sangat berperan sebagai pemantik. Sengaja tidak saya sebutkan, saya generalisasi dalam komunitas iseng. Memang ada sebagian yg memanfaatkan Kask#s untuk hal-hal positif, termasuk jual beli, tapi sebagian besar menurut saya untuk keperluan iseng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: