Tanah Air Beta: High Risk Low Return

Di dunia investasi, kita sudah tak asing lagi dengan adagium “high risk high return”. Bahwa investasi dengan risiko yang tinggi cenderung untuk menghasilkan tingkat return yang tinggi pula. Sayang adagium ini, kurang  berlaku di tanah air Indonesia.

Kita hidup di daerah yang sesungguhnya “high risk”. Bayangkan kepulauan kita berada di atas puzzle lempengan-lempenga tektonik yang besar  dan dilewati sabuk gunung api yang aktif. Jadi kepulauan kita sangat berisiko terkena gempa, tsunami, letusan gunung berapi, dan sejenisnya.

Sesungguhnya Tuhan Maha Adil. Di balik risiko itu semua, Tuhan menganugrahi kita potensi sumber daya alam yang hebat.  Karena di lipatan sesar benua banyak terperangkap sumber energi  minyak dan batu bara. Karena di sekitar gunung berapi , tersimpan sumber energi geothermal dan sumber bahan tambang  logam mulia. Sedangkan di  permukaannya terhampar  lahan pertanian yang subur dan sumber tambang galian C. Karena di tengah lautan, tersimpan sumber energi gelombang dan sumber daya perikanan yang melimpah ruah.  Itu semua adalah potensi high return.

Sayang, bangsa ini kurang bisa me-manage potensi itu. Apakah karena kita bodoh, teledor, malas atau tamak, sehingga yang banyak menikmati high return itu justru adalah bangsa asing. Dan yang dominan tersisa bagi bangsa ini adalah high risk-nya. Jadilah di sini  “high risk low return“.

Wasior, Mentawai dan Merapi kembali mengingatkan kita. Sudah sepintar apakah kita memahami sunatullah “high risk high return”.

Kredit foto: http://rovicky.wordpress.com/2006/05/15/wedhus-gembel-kambing-yg-tidak-mengembik/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: