Pelajaran Pertama dari Morteza

Alhamdulillah, 12 Juli kemarin, Tuhan memberi amanah kepada saya dan istri seorang bayi laki-laki. Kami memberinya nama Kautsar Morteza, karena bagi kami dia merupakan nikmat yang berlimpah (kautsar). Juga sebagai doa, semoga dia selalu dalam limpahan nikmat dan ridlo-Nya (murtadlo, morteza). Semoga mampu mengantarkan orang tuanya kepada sungai al kautsar di surga kelak…

Sejak kelahirannya dia telah membawa banyak hikmah. Satu di antaranya adalah menambah tingkat keyakinan bahwa surga itu memang berada di bawah telapak kaki ibu. Seperti apa yang  Rasulullah SAW wasiatkan, “Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya.” (HR Ahmad dan An Nasai). Bahkan Tuhan pun sampai berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14).

Saya berkaca pada proses kehamilan dan kelahiran yang dilalui istri saya: susah payahnya saat mengandung, perjuangan bergelut dengan maut saat melahirkan, yang dilanjutkan dengan lelahnya berjaga untuk menyusui  dan mengurus anak kami sepanjang siang dan malam.

Dan semua itu bermuara pada pengakuan: “Ibu, maafkan anakmu yang belum bisa berbakti padamu…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: