Catatan Akhir Tahun 2009

Tahun 2009 segera berakhir. Saya tak akan membahas kaleidoskop ipoleksosbudhankam 2009 bangsa ini, Anda lebih paham dari saya. Kali ini  saya mau berbagi kepada Anda tentang sebagian kaleidoskop kehidupan saya di 2009.  Saya harus banyak bersyukur, di tahun ini lah saya banyak mengalami peristiwa besar yang mempengaruhi kehidupan saya. Semoga bermanfaat…

Pertama, Menggenapkan Separuh Agama

16 Agustus 2009 kemarin saya telah menikah. Merujuk pada satu hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi, berarti saya telah menggenapkan separuh agama. Dari Anas bahwa Rasulullah bersabda “Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.”

Saya memaknai hadist tersebut seperti ini: bahwa menikah adalah baru merupakan sarana tercapainya potensi kesempurnaan agama seseorang. Hal ini dikarenakan banyak ibadah yang tidak bisa dilakukan tanpa menikah, misalnya mempergauli pasangan dengan baik, bersilaturahim dengan keluarga pasangan, menafkahi istri dan anak, mendidik anak dsb. Namun harus diingat, itu baru merupakan sarana, kita mesti berusaha memenuhi potensi kesempurnaan agama kita dengan tindakan nyata. Ini berarti kita mesti menjadi hamba Tuhan yang baik, menjadi suami/istri yang baik, menjadi orang tua yang baik,  menjadi warga semesta yang baik.

Kedua, Mengantar ke Akhirat

Bulan Oktober 2009, mbah kakung (kakek) saya wafat. Sebagai kakek, beliau hampir menyaksikan semua moment penting dalam hidupku: kelahiran, khitanan, wisuda, gaji pertama dan nikah. Sewaktu mengurus pemakaman beliau, saya seolah-olah memutar kaleidoskop siklus kehidupan: dulu beliau yang memandikan saya sewaktu kecil – kini saya memandikan jenazahnya, dulu beliau memakaikanku baju – kini saya mengafaninya, dulu beliau yang menggendongku – kini saya menggotong kerandanya, dulu beliau yang meninabobokanku – kini saya meletakan beliau di peristirahatan akhir. Tuhan, ampunilah beliau, sayangilah beliau…

Sungguh, kematian seseorang merupakan nasihat riil bagi manusia lainnya yang masih hidup. Bahwa setiap yang bernyawa akan mati.  Bahwa ajal tak bisa dimajukan atau diundurkan. Dan Tuhan membuat kematian dan kehidupan itu untuk menguji kita: siapa yang paling baik amalnya…

Ketiga, Menjadi Calon Ayah

Dua bulan setelah menikah, saya mendapatkan pengalaman menakjubkan lainnya. Di perut istri saya tumbuh mahluk kecil bernama janin. Saya dan istri begitu takjub saat melihat calon anak saya berayun-ayun di dalam amnion melalui citra USG. Ah, betapa Tuhan Maha Pencipta! Dan saya mesti banyak belajar untuk menjadi ayah yang baik…

2 Responses to Catatan Akhir Tahun 2009

  1. pensiun kaya says:

    wilujeng warsa enggal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: