Menikahlah, Tuhan Akan Mengayakanmu*

The RingJujur, saya pernah merasa miskin ketika memikirkan rencana untuk menikah. Hampir-hampir perasaan itu menjadi alasan bagi saya untuk menunda-nunda pernikahan. Tapi saya bersyukur, banyak teman-teman saya yang mengingatkan. Salah satunya dengan mengutip satu ayat Al Quran,  “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengayakan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui.” (An Nuur: 32).

Hmm…Saya percaya atas janji Tuhan. Tapi dengan kondisi iman kita yang naik turun, kadang perlu waktu untuk memahaminya. Sekedar berbagi, saya coba tuliskan beberapa point bahan perenungan tentang hubungan antara menikah dan menjadi kaya.

Satu, menikah itu menyucikan. Dengan menikah maka hilanglah kebiasaan-kebiasaan kita yang buruk dan jelek yang sering kita lakukan sebelum menikah. Pada hal perbuatan-perbuatan buruk itu menutupi qalbu kita seperti noda yang menutupi kaca. Sebenarnya Tuhan telah menetapkan rezeki bagi kita, tapi karena qalbu kita tertutup, kita tak bisa melihat rezeki meski ia berada di sekitar kita. Dengan kebersihan qalbu, maka akan gamblanglah petunjuk Tuhan**, termasuk petunjuk dalam menjemput rezeki.

Dua, menikah itu menentramkan. Tuhan  memberi kenikmatan-kenikmatan yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang telah menikah. Bukan hanya relasi suami-istri saja, tetapi juga relasi orangtua-anak serta berbagai relasi lainnya yang hanya terbentuk melalui pernikahan. Dengan ketentraman ini, IQ, EQ dan SQ kita lebih optimal. Sehingga optimal pula ikhtiar dalam menjemput rezeki.

Tiga, menikah itu mengoptimalkan. Secara matematis bisa diterangkan seperti ini. Menikah itu adalah sarana resultansi positif rezeki sepasang manusia, tapi di sisi lain, menikah itu memungkinkan terjadinya irisan beban (expenses intersection), misalnya suami istri cukup tinggal di satu rumah. Itu semua membuat ekonomi yang efisien. Kehadiran anak-anak bukanlah beban baru, sebab setiap makhluk membawa rezekinya sendiri-sendiri. Tidak hanya potensi ekonomi yang akan lebih optimal, tetapi juga potensi lainnya seperti yang sudah disebut pada point 2.

Empat,  menikah itu mendewasakan. Parameter utama kedewasaan adalah bertanggung jawab.  Menikah itu menguatkan semangat bertanggung jawab. Adanya istri yang kemudian diikuti kehadiran anak-anak, akan menimbulkan perasaan yang amat kuat untuk melaksanakan secara sempurna tanggungjawab sebagai seorang suami dalam menafkahi istri dan keluarga. Semangat tanggung jawab inilah yang memberi kita kekuatan ekstra untuk menjemput rezeki.

Lima, menikah itu mengayakan jiwa. Keempat point di atas pada hakikatnya akan mengayakan jiwa. Rasulullah pernah mengatakan bahwa kaya bukanlah dengan banyaknya harta, tapi kekayaan sejati adalah karena kaya jiwanya. Oleh karena itu tidak lah mengherankan apabila Rasulullah juga mengatakan bahwa istri shalihah adalah harta simpanan yang tak akan pernah habis. Istri shalihah akan selalu mengalirkan kasih sayang, memberikan semangat  serta memperkaya jiwa kita  selama melintasi ujian kehidupan. Dan  itu tak akan ada habis-habisnya, karena istri shalihah akan menemani kita sampai akhirat kelak…

Untuk mendukung argumen di atas, saya akan menceritakan dua kasus empiris. Kasus Pertama. Saya punya teman, anak tukang becak. Sebelum menikah dia termasuk pemuda yang nakal. Malu menjadi anak tukang becak. Kerjaannya hanya ngelayap. Dia paling tidak suka melihat ayam-ayam peliharaan bapaknya, bahkan sering melempari ayam-ayam itu dengan batu. Setelah ia menikah dan bapaknya wafat, semangat bertanggung  jawab berkeluarga membuatnya mau berikhtiar menjemput rezeki dengan menjadi tukang becak, becak peninggalan sang Bapak. Untuk menambah penghasilan, bahkan ia malah beternak ayam di belakang rumahnya. Ekonomi keluarganya sekarang sudah cukup maju. Dia sering mengatakan, “inilah berkah pernikahan…”

Kasus ke-dua. Ada teman saya yang lain. Ia menikah muda. Selepas kuliah. Waktu itu ia hanya bekerja serabutan di rental computer. Pernah beberapa waktu setelah mereka menikah, saya datang ke kontrakan mereka. Mereka sedang makan sepiring nasi berdua hanya dengan garam karena keuangan yang terbatas. Tapi setelah beberapa bulan, rezeki Allah itu datang. Ia mendapat pekerjaan yang mapan. Bahkan usaha rentalnya semakin berkembang.

Jadi memang tak ada alasan menunda pernikahan karena kita merasa miskin. Yang penting adalah niat yang bersih dan kuat untuk melaksanakan perintah Allah. Niat ini kemudian diikuti dengan semangat bertanggungjawab sebagai seorang suami dalam menafkahi keluarga. Selanjutnya kita tinggal menapaki hari-hari dengan menyempurnakan ikhtiar dan mengkhusyukkan doa. Dan pada saatnya, kita akan menyaksikan bahwa tak ada yang diragukan dari janji Allah, ”jika mereka miskin Allah akan mengayakan mereka dengan karunianya. “

*) Teruntuk  seorang wanita shalihah yang bersedia menikah dengan lelaki miskin.

**) Ada yang menarik dalam rangkaian surat An Nuur. Surat ini dinamakan An Nuur, karena terdapat satu ayat yang menjelaskan Nuur (cahaya). Yakni perumpamaan tentang cahaya (petunjuk) Allah. Apabila diperhatikan, ayat yang menerangkan cahaya ini berada persis setelah rangkaian ayat-ayat yang menerangkan tentang kesucian keluarga melalui pernikahan. Jadi secara implisit Allah hendak menekankan betapa pentingnya pernikahan sebagai jalan memperoleh cahaya (petunjuk) Allah.

One Response to Menikahlah, Tuhan Akan Mengayakanmu*

  1. Setiap tulisan biasanya ada latarbelakangnya. Latar belakangya apa yah ni mas?
    Semoga segera menjemput sang Aisyah..
    Siap mensupport selalu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: