When Zakat Being a Life Style

Jumat malam kemarin, 29 Agustus, saya menghadiri undangan Rumah Zakat Indonesia (RZI) di acara Gelar Budaya Zakat: Roadshow 19 Kota menuju Indonesia Sadar Zakat 2008, yang bertempat di Balai Sartika-Bikasoga, Buah Batu-Bandung. Tema Gelar Budaya Zakat kali ini adalah When Zakat Being a Life Style. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat sekaligus mensosialisasikan kemudahan cara membayar zakat, infak dan shadaqah melalui pemanfaatan teknologi.

Pada sesi talkshow yang dipandu CEO RZI, Kang Virda, hadir Pak Bambang Wirawanto dari Indosat Regional Jawa Barat, Pak Suharto MZ dari Bank Mandiri Kanwil Jawa Barat  dan Pak Eko P Pratomo, penulis buku berjudul Pengelolaan Finansial Keluarga dan Miracle of Love. Di talkshow ini audience diajak untuk merenung, “sudahkan zakat menjadi prioritas dalam perencanaan financial keluarga kita?” O ya, acara ini dimeriahkan oleh Opick “Tombo Ati”, Ami Biola serta Sanggar Angklung dan Perkusi Anak Asuh Rumah Zakat.

Zakat Sebagai Solusi

Saya setuju dengan pendapat Baqir ash Shadr dalam bukunya Iqtishaduna (Ekonomi kita) bahwa sumber daya di bumi pada hakikatnya melimpah. Allah telah menciptakan semesta ini berikut ukurannya dengan setepat-tepatnya, dengan demkian maka sumber daya ini pasti mencukupi seluruh umat manusia dari zaman nabi Adam sampai kiamat. Tinggal bagaimana mekanisme distribusi sumber daya tersebut dlaksanakan manusia agar mampu memberikan kemakmuran bagi seluruh umat.

Islam memberikan solusi melalui mekanisme zakat. Abul A’la Maududi dalam bukunya Usus al Iqtishad bani al Islam wa nuzum al muasyirah (Asas -Asas Ekonomi Islam dan Sistem-Sistem Ekonomi Modern) menekankan bahwa yang dikehendaki oleh Islam dalam zakat adalah adanya distribusi kekayaan di masyarakat. Bukan distribusi sama rata, akan tetapi adanya aliran kekayaan dari si kaya kepada sesamanya yang kekurangan demi kemaslahatan bersama di muka bumi.

Dasar filosofi amal zakat ini adalah keimanan bahwa harta adalah milik Allah, demikian juga kita. Allah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki tiap manusia dan manusia akan diminta pertanggungjawabannya kelak atas rezeki tersebut. Nilai pertanggungjawaban itu terletak pada bagaimana cara mendapatkan dan membelanjakannya dalam amal yang paling baik sesuai aturan yang telah Allah gariskan. Siapa saja yang diamanahi kekayaan memiliki tanggung jawab kepada Allah untuk menyalurkannya kepada yang kekurangan.

Sistem zakat inilah yang menjadi jaringan pengaman sosial  yang akan menjamin mereka yang tidak mampu bekerja. Inilah cara untuk memberi pertolongan kepada mereka yang lemah atau sakit, anak-anak yatim, janda-janda yang memerlukan bantuan. Bahkan zakat bisa diangap sebagai sistem asuransi yang disediakan bagi umat Islam. Jika si kaya esok hari terkena musibah, ia tak perlu khawatir, karena ada sistem zakat yang akan menjaganya dari kelaparan bahkan memberinya kesempatan lagi untuk berusaha melalui mekanisme zakat produktif.

Kesadaran untuk berzakat inilah yang mesti kita tanamkan di umat. Alhamdulillah kita telah memiliki banyak Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang profesional (amanah, responsif, inovatif dan transparan). Ini merupakan modal kita untuk membuat masyarakat percaya untuk menyalurkan zakatnya. Jika seluruh umat muslim di Indonesia sadar zakat, masalah umat berupa kemiskinan dan kebodohan pasti cepat kita selesaikan. Ayo ramai-ramai berzakat! Jadikan zakat sebagai gaya hidup kita!

2 Responses to When Zakat Being a Life Style

  1. […] When Zakat Being Life StyleJumat malam kemarin, 29 Agustus, saya menghadiri undangan Rumah Zakat Indonesia (RZI) di acara Gelar Budaya Zakat: Roadshow 19 Kota menuju Indonesia Sadar Zakat 2008, yang bertempat di Balai Sartika-BIKASOGA, Buah Batu Bandung. … […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: