Happy Birthday!

Menjelang shubuh, aku mengecek handphone-ku. Ternyata ada satu sms yang masuk sejak pukul 00.09 WIB yang berisi ucapan: “Met ultah Mas! Semoga pj umur, sehat2 selalu, cepet dapet jodoh dan sukses selalu. Jgn lupa makan2nya ya.” SMS dari salah satu teman tulusku itu menyadarkanku bahwa ini hari lahirku menurut kalender masehi, meskipun beberapa hari yang lalu aku sudah banyak menerima ucapan happy birthday dari teman-teman via Friendster. Ucapan di pagi gelap ini sekaligus menyadarkanku akan nikmat Tuhan, aku masih diberi kesempatan hidup.

Salah Kaprah

Mendapat ucapan selamat ulang tahun, jadi kepikiran salah kaprah ungkapan ini di masyarakat kita. Pertama, salah kaprah dari segi bahasa. Mengapa disebut ulang tahun? Padahal tahun tak pernah berulang. Waktu itu irreversible. Mungkin maksud dari ungkapan ini adalah “satuan waktu tahun yang berulang kembali”. Bahasa lain nampak lebih logis dengan ungkapan yang berarti “hari lahir”, seperti ungkapan dalam bahasa Arab: milad atau dalam bahasa Inggris: birthday. Begitu juga di Jawa, istilah yang digunakan untuk hari kelahiran adalah wetonan, yang secara harfiah berarti waktu keluar (lahir). Sistem hari kelahiran ini tidak berulang dalam satuan tahun, akan tetapi dalam 35 hari. Hal ini dikarenakan wetonan merupakan gabungan dari hari week (Senin, Selasa, Rabu, Kamis Jumat, Sabtu dan Minggu) dan hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Salah kaprah ke-dua adalah mengenai arti filosofi ulang tahun itu sendiri. Ucapan ulang tahun yang kita kenal lebih umum ditujukan kepada perayaan, bersenang-senang. Padahal hakikat ulang tahun seseorang adalah berkurangnya jatah usianya. Rasa senang hanya bagi mereka yang telah mengumpulkan bekal bertemu dengan Tuhan-nya dengan sebaik-baiknya. Sedangkan bagi yang bekalnya masih pas-pasan, hari lahir menimbulkan kecemasan: jatah usia makin pendek bekal masih minim. Untungnya ucapan selamat ulang tahun tidak berhenti di sekedar ucapan, tapi diikuti dengan doa-doa yang menyejukan, seperti semoga umur makin berkah, tercapai cita-citanya, cepat menikah, dsb.

Introspeksi

Selepas shubuh, aku bertahan di masjid cukup lama, mencoba berintrospeksi di usia 27 tahun ini. Ternyata aku belum banyak berbuat bagi keluarga apalagi bagi umat. Aku terlalu banyak ditelan kesibukan pribadi. Bahkan dengan kesibukan ini aku merasakan jarak yang makin jauh dengan Tuhan. Dan celakanya semua itu didalihkan dengan sebuah alibi: aku mengerjakannya untuk mereka.

“Tuhan, di hari lahir ini aku tak meminta kado mobil atau rumah… Aku hanya ingin cinta-Mu, kedekatan dengan-Mu. Juga makin dekatkan kami dengan keluarga. Dan berilah kekuatan untuk bisa berkhidmat bagi umat.”

Setelah jam 6, bertubi-tubi ucapan selamat ultah datang di handphone-ku, dari keluarga, teman kampus dan rekan kantor. Terima kasih semuanya. Besok Senin, siap-siap saja, mereka akan membajakku untuk minta ditraktir makan-makan. Acaranya Buka Bersama aja ya😀

8 Responses to Happy Birthday!

  1. Farida Nurhasanah says:

    Ups,… ada yang berulang tanggal rupanya,🙂

    Doaku sesuai dengan apa yang Kau pinta,
    “Semoga Tuhan memenuhimu dengan bilangan-bilangan Cinta-Nya, membimbing dan menuntunmu untuk selalu dekat dengan-Nya serta memberkahi dirimu serta keluargamu” Amin

    btw, dirimu termasuk golongan yang senang atau yang cemas?🙂

  2. Amiin. Thanks ya Mba. Semoga demikian juga buat Mba Ida. Jujur saja, aku termasuk yang cemas. Makanya minta doamu selalu.

  3. alislami says:

    Bismillah,
    Assalamualaikum…..
    Lama ak ada kabar akang….
    Aku salah satu orang yang anti mengucapkan selamat ulang tahun, karena Rosululloh sendiri tidak pernah merayakan hari kelahirannya….
    Setiap hari adalah kebaikan
    Setriap hari adalah ampunan
    Jangan jemu-jemu tangan tuk menengadah
    Berdoa meminta kepada-NYA
    Semua hari adalah baik bagi kita
    Karena kita dilarang tuk mencela waktu
    Tuk saudaraku di rantau sunda sana
    Semoga sehat dan selalu dalam kebaikan rahmat Alloh Ta’ala
    Ehhhh……
    Itu siapa yang koment di atasku yah???????
    WHO IS SHE?????

  4. Nur Rahmat says:

    Assalamu alaikum…

    Sdr Agus yg dimuliakan Allah…kami cuma mau tanya….
    Apa sih ciri-ciri orang yg tergolong :

    1. senang,
    2. cemas, ataupun…
    3. munafik

    Kami orang-orang hina mohon penjelasan dari sdr Agus dan
    kami juga mendo’akan agar blog Khadija & ‘Aisyah World tidak
    menjadikannya sumber fitnah.
    Mohon ma’af…selamat menjalankan ibadah puasa.

    Wassalam…

  5. ‘Alaykumussalam Wr. Wb. Mas Rahmat yang semoga selalu dirahmati Allah, karena saya paham kapasitas Mas Rahmat, saya hanya bisa menjawab dengan satu hadist: yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya🙂

    Saya berterima kasih atas do’anya untuk blog Khadija & ‘Aisya World, do’a orang salih kan maqbul. Saya hanya berharap blog itu bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja yang belajar memaknai cinta. Saya bukan malaikat, jadi sangat mungkin terseok-seok atau bahkan tersesat dalam perjalanan memaknainya. Tapi dengan itulah semoga kita menjadi lebih paham dan berusaha untuk selalu membuat continuous improvement.

    Saya mohon maaf juga, selamat Ramadan…

  6. geebeeblack says:

    semuga panjang umur dan murah rezeki

  7. Amiin. Semoga demikian juga untuk Anda. Thx Geebeeblack

  8. tribas says:

    waduuuuuuuuu…kelewat niy taunya. met ultah dan cepat nikah ya dik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: