Kecerdasan Komunikasi Politik PKS dan Pemilihan Walikota Bandung

Inilah salah satu kelebihan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mampu meramu pemikiran dan aksi politik dalam bahasa komunikasi yang mudah dipahami oleh masyarakat sekaligus mengena sasaran. Kemampuan berkomunikasi politik ini telah terbukti pada Pemilihan Gubernur/Calon Gubernur di DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut).

Di Pilgub DKI Jakarta, memang pasangan yang diusung PKS, Adang-Dani tidak berhasil menjadi Gubernur/Wakil Gubernur, tapi secara perolehan suara sesungguhnya mereka telah “memenangi” demokrasi yang sedang tumbuh di Indonesia. Mereka kalah secara amat terhormat, dikroyok 20 partai. Perolehan suara di atas 40% bagi Adang-Dani memperlihatkan besarnya dukungan masyarakat DKI. Ini membuktikan pula kecerdasan komunikasi dan kesolidan mesin politik PKS dalam menawarkan “Ayo Benahi Jakarta!”

Di Jabar, PKS mampu membaca sinyal masyarakat yang sudah jenuh dengan perilaku birokrat senior yang cenderung lembam. Muncullah Ahmad Heryawan dari PKS dan Dede Yusuf dari PAN yang mencuri hati masyarakat dengan menawarkan pemimpin berjiwa muda dengan masa lalu yang bersih dalam slogan “Harapan Baru Masyarakat Jawa Barat.”

Di Sumut, strategi duet Syamsul Arifin dan Gatot Pujonugroho mampu mengambil hati masyarakat. Paduan generasi senior yang bersih dan generasi muda yang bersemangat. Dan mesin politik PKS yang didukung oleh PPP, PBB, PPNUI, PPDI, Partai Patriot Pancasila, PKPI, PSI, PKPB, PDK dan Partai Merdeka mampu menyusun dan menyampaikan pesan komunikasi itu.

Sekarang, PKS kembali bermanuver dengan memunculkan tokoh Taufikurrahman sebagai bakal calon walikota Bandung periode 2008-2013. Kali ini PKS hendak menyampaikan pesan: Ekosistem Bandung yang bobrok perlu pemimpin yang paham dan mampu menyelesaikan masalah tersebut. Orang tersebut adalah Dr. Taufikurrahman.

Siapa Dr. Taufikurrahman? Beruntung saya cukup mengenal beliau. Saya kebetulan pernah diajar beliau sewaktu menjadi mahasiswa tingkat satu. Beliau sempat mengisi kelas kuliah Pengetahuan Lingkungan. Beliau adalah dosen Departemen Biologi Institut Teknologi Bandung (ITB), bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Biologi ITB.

Beliau menyandang gelar sarjana dan master (S2) dari jurusan ITB, serta doktor dari University College of Swansea, Inggris. Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen, kecintaannya terhadap lingkungan hidup, direalisasikan dengan menjabat sebagai direktur LSM Greenlife Society. Beliau juga aktif dalam kegiatan partai dakwah, PKS. Dari semua aktivitas itulah, beliau banyak memperoleh gagasan untuk menata ekosistem Bandung yang lebih baik.

Berdasarkan penilaian PKS Kota Bandung, integritas moral yang teruji, dedikasi yang tinggi, bersih, peduli dan professional, ada pada diri Dr. Taufikurrahman. Oleh karena itulah, bertepatan dengan peringatan 100 tahun hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei 2008 yang lalu, DPD PKS Kota Bandung mengusung Dr. Taufikurrahman menjadi bakal calon Wali Kota Bandung periode 2008-2013.

Kembali dengan dukungan kecerdasan komunikasi dan kesolidan mesin politik PKS. Insya Allah, Dr. Taufikurrahman mampu didudukkan untuk mengemban amanah memimpin Kota Bandung dalam mewujudkan ekosistem yang lebih bermartabat: Bandung yang kreatif, nyaman dan sejahtera. Selamat Berjuang Pak Taufik…

5 Responses to Kecerdasan Komunikasi Politik PKS dan Pemilihan Walikota Bandung

  1. uniq says:

    artikel anda :

    http://politik.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/kecerdasan_komunikasi_politik_pks_dan_pemilihan_walikota_bandung

    promosikan artikel anda di http://www.infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler menurut pembaca.salam blogger!!!

  2. Terima kasih, Uniq atas link-nya. Salam blogger juga!!!

  3. rosadadada says:

    Ass. Wr. Wb.,

    Semoga siapapun yang memimpin Bandung di masa depan, senantiasa diberi tuntunan dan hidayah oleh Allah SWT untuk mengedepankan kemashlahatan rakyat Bandung.

    Wass. Wr. Wb.

  4. ‘Alaykumussalam Wr. Wb.

    Amien. Kang Dada, Semoga pemimpin Bandung terpilih sesuai dengan harapan kita bersama: selalu mengedepankan kemaslahatan masyarakat Bandung. Selamat ber-fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dengan kandidat lain, Kang Dada.

  5. elmeidian says:

    Pemilu Membabi buta di Griya Cempaka Arum

    Malam hari ahad tanggal 22 maret 2009, sekitar pukul 22.30 wib, di komplek perumahan Griya Cempaka Arum Gedebage Bandung – terjadi pencabutan spanduk sebanyak 4 buah, yang isinya bertuliskan “AYO PILIH PARTAI DAN CALONNYA YANG TELAH TERBUKTI KOMTMENT TOLAK PLTSA”. Pencabutan spaduk dilakukan oleh sekelompok berjumlah kurang lebih 50 orang, mereka mengatas namakan sebuah ‘club’ yang sama dengan nama salah satu jalan di kota Bandung. Perkumpulan yang belum lama merebak di wilayah sekitar Griya Cempaka Arum, mereka mempunyai secretariat di wilayah tersebut. Ajang kumpul-kumpul menjadi kebiasaan setiap malam dengan tradisi yang berkonotasi tidak baik.
    Pencabutan ini mengundang perhatian beberapa warga GCA, maklum karena mayoritas warga GCA (lebih dari 95%) menolak pembangunan PLTSa, yang dilansir tidak ramah lingkungan itu. Perhatian warga GCA tersebut barangkali membuat berang sekelompok orang yang melakukan pencabutan spanduk tersebut, kemudian mereka mendatangi rumah seorang warga yang juga salah satu coordinator sebuah lembaga kemasyarakatan di GCA. Tanpa salam atau ‘punteun’ langsung mereka bertanya : “Ngapain kumpul-kumpul di sini ???” Aneh dan amat tidak sopan, jauh dari etika ‘urang sunda’ atau ‘bangsa timur’. Alih-alih memberi salam, tahu-tahu bertanya kepada pemilik rumah, ‘ngapain kumpul-kumpul di sini?’ memang ini rumah siapa?? Ujar beberapa orang yang kebetulan berada di rumah tersebut. Dimana-mana pemilik rumah yang bertanya kepada tamu, ‘ada perlu apa?? Ini malah terbalik, tamu yang tanya.
    Slogan “Ayo pilih Partai dan Calonnya yang Telah terbukti komitment tolak PLTSa” ternyata membuat berang kelompok ini, kenapa ya?????
    Benar sekali semua orang juga bisa menilai bahwa yang mencabut slogan tersebut jelas-jelas dari partai atau caleg yang TIDAK KOMITMENT TOLAK PLTSa, mereka yang melakukan pencabutan hanyalah korban dari pengaruh busuk dari politisi ‘busuk’. Bagaimana tidak seorang yang duduk di legislative adalah wakil rakyat, kok mereka tidak menyuarakan ‘Suara Rakyatnya’, terlebih lagi kita bertetangga. Sudah tuli, buta mata dan hatinya. Hal ini disampaikan kepada aparat kepolisian karena dikhawatirkan akan terjadi pergesekan fisik yang berdampak kepada masyarakat pada umumnya. Kok tega ya, wakil rakyat tetapi mau merusak rakyatnya!!! Kemudian hal ini akan diteruskan untuk ditindak lanjuti. Tapi hal ini dilarang oleh pihak kepolisian, karena dikhawatirkan akan menjadi isyu nasional, sebab melibatkan salah satu partai politik yang ikut eksis di era orba, terlebih lagi partai ini konon berasaskan Islam. AstagfiruLLah….semoga Allah memberi mereka petunjuk dan ampunan. Islam yang rahmatan lil alamiin juga dirusak oleh orang ini (semoga Allah melaknatnya, memberinya pelajaran agar taubat, kemudian mengampuninya – sehingga kembali ke jalan yang benar).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: