The 8th Batam Expo – Reportase Pembukaan

Rabu sore kemarin, 7 Mei 2008, The 8th Batam Expo yang bertempat di Sumatra Promotion Center, dibuka oleh Sekda Kepri. Seperti Batam Expo sebelumnya, pameran ini menampilkan berbagai produk industri, kerajinan UKM, peluang investasi, informasi pembangunan, objek pariwisata dari 130 stand perwakilan berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan cukup meriah, namun jumlah pengunjung cukup minim. Salah seorang teman saya yang sudah malang melintang mengikuti pameran-pameran mengatakan bahwa  satu tolok ukur ramainya pameran adalah di pembukaan dan penutupan. “Di hari pembukaan saja tidak terlalu ramai, bagaimana hari-hari biasanya?” Teman saya lainnya yang sering menjual pakaian bordir dari Tasikmalaya, menyahut bahwa pameran di daerah Sumatra memang terkenal dengan minimnya omset transaksi. Saya sih positive thinking saja, mungkin ini dikarenakan pembukaan pameran dilakukan bukan pada hari libur.

Namun tetap saja, penyelenggara Batam Expo patut melakukan introspeksi. Jangan-jangan promosi penyelenggaraan pameran kali ini memang kurang optimal. Jangan-jangan karena event ini adalah tahunan, sehingga menganggap tidak diperlukan promosi yang kencang. Di Batam sendiri, dari saat pertama tiba di Bandara sampai menuju gedung tempat pameran, jarang sekali saya menemukan spanduk Batam Expo. Terus, bagaimana promosi Batam Expo di negeri tetangga, Singapura dan Malaysia ya? Di internet, promosi Batam Expo kali ini juga sangat minim. Yang ada hanya promosi stand oleh event organizer-nya. Bagi orang awam di bidang marketing seperti saya, iklan batam Expo di internet tersebut kurang informatif dan persuasif untuk menarik pengunjung pameran.

Pagelaran seni hiburan di malam pembukaan Batam Expo kali ini juga kurang menggigit. Pengunjung disuguhi lagu dangdut dengan tampilan artis lokal yang “dangdut buangets” ditambah dengan output sound system yang kurang nyaman didengar. Saya bertanya, kenapa tidak didatangkan artis/group band nasional yang lagi ngetop?

Tapi, tetap saja, saya masih ber-positive thinking, mungkin kurang ramainya pengunjung di hari pertama karena pembukaan  dilakukan di hari kerja. Dan yang membuat saya cukup optimis, ada beberapa pengunjung yang cukup antusias dengan pameran peluang investasi di stand saya, terutama kunjungan dari warga Singapura dan dari beberapa perwakilan pemerintah provinsi tetangga. Salah seorang pejabat Pemprov NTT berkomentar, “salut, baru kali ini saya lihat ada BUMD yang membangun jalan toll.”

3 Responses to The 8th Batam Expo – Reportase Pembukaan

  1. Ameliapt says:

    Promosi memang sangat berperan karena sebagus apapun suatu acara bila tidak ada yang tahu maka akan sepi acara tersebut.

  2. Betul, Mba Amel, aku jadi inget pepatah majapahit, “Rawedeng Rayuyu – Ora mejeng Ora payu. ” Artinya kurang lebih begitu, kalau tidak ada promosi ya tidak akan laku. Thanks for your comment.

  3. Ticklishness says:

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Ticklishness!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: