Revitalisasi Peran BUMD dalam Masa Pemerintahan HaDe

Waktu pehitungan hasil quickcount Pilgub Jabar baru saja diumumkan, sebagian pejabat BUMD sedikit resah, jangan-jangan program Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf (HaDe) akan menganaktirikan BUMD-BUMD eksisting. Namun sepertinya kekhawiran tersebut memang tidak berdasar. Dengan menganalisis program kerja dan komitmen Hade, saya sangat yakin, justru Hade akan banyak memberdayakan BUMD Provinsi.

Program kerja unggulan HaDe yang terkait adalah pengembangan agroindustri, pemberdayaan ekonomi rakyat, koperasi dan UKM, serta terserapnya 1 juta pengangguran. Program ini bisa difasilitasi dan diakselerasi melalui peran BUMD-BUMD Pemrov Jabar. Hal ini karena Dinas-Dinas sebagai pemilik program turunan dari Gubernur, tidak mampu bergerak bebas, apalagi ketika sudah masuk dalam tataran eksekusi di ranah bisnis.

Potensi Agribisnis

Pemprov Jabar memiliki BUMD di bidang agribisnisnis, PD Agribisnis dan Pertambangan (PDAP) yang apabila direvitasilasi akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di Jabar Selatan. Penulis pernah berkesempatan melakukan survey lahan-lahan idle milik BUMD-BUMD Pemprov di sepanjang Jawa Barat. Banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan di lahan-lahan idle tersebut. Contoh program pemberdayaan potensi aset BUMD yang bisa dilakukan misalnya optimalisasi lahan perkebunan teh Cikajang, Garut dan pengembangan potensi lahan di Pangalengan sebagai sentra perkebunan kentang. Peluang agroindustri yang bisa segera digarap adalah pembangunan industri teh celup atau teh dalam kemasan dengan merk dagang tersendiri serta pembangunan industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan lainnya. Untuk mempercepat revitalisasi usaha, PDAP bisa menjalin aliansi dengan mitra strategis dengan spirit saling menguntungkan.

Potensi Pertambangan

Di bidang pertambangan, PDAP bisa lebih berperan dalam mengelola potensi bentonit di Propinsi Jawa Barat yang tersebar di 8 kabupaten, yaitu : Ciamis (1.597.074 ton), Tasikmalaya (7.987.500 ton), Kuningan (1.043.700 ton), Sumedang ( ± 106.500.000 ton), Cianjur, Bogor dan Sukabumi. Saat ini bentonit di lokasi Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya ini telah memiliki SIPD Eksploitasi dengan luas total 343 Ha, atas nama PDAP dengan pabrik pengolahan bentonit kapasitas terpasang 2000 ton/bulan. Sayangnya belum dikelola dengan optimal. Perlu segera dilakukan pengembangan usaha dengan peningkatan kualitas dan penambahan kapasitas produksi serta pengembangan pasar produk akhir bentonit baik domestik dan luar negeri.

Potensi lainnya yang bisa dikembangkan adalah zeolit yang melimpah di Propinsi Jawa Barat yaitu : Bogor (Kecamatan Nanggung) dengan perkiraan cadangan 125 juta ton, Kabupaten Ciamis (Kecamatan Kalipucang dan Padaherang), Kabupaten Tasikmalaya (Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal, Cikatomas dan Cikalong) dengan cadangan diperkirakan 50 juta ton, Kabupaten Sukabumi (Kecamatan Cikembar) dengan cadangan diperkirakan 159.435.000 ton dan Kecamatan Gegerbitung. Selama ini zeolit dijual masih berbentuk bongkahan dengan harga jual yang sangat rendah. PDAP bisa menjadi motor dalam mengembangkan usaha zeolit melalui pengolahan zeolit menjadi produk akhir untuk berbagai keperluan, antara lain untuk pertanian, peternakan, perikanan, industri dan water treatment.

Potensi Energi

Pemprov melalui BUMD di bidang energi, PT Jabar Energi (perusahaan anak PT Jasa Sarana) atau PDAP, bisa mengajukan kerja sama optimalisasi sumur-sumur migas marginal yang tersebar di Jawa Barat, yang secara legal telah diatur dalam UU/Kepmen. Selain bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, pengelolaan sumur-sumur migas marginal akan mampu memberdayakan BUMD Provinsi, BUMD kabupaten, serta koperasi-koperasi di daerah. Program optimalisasi sumur migas marginal juga turut membantu ketahanan energi Jabar.

Potensi strategis yang bisa dikembangkan dalam rangka pemenuhan sumber energi murah adalah pemanfaatan potensi kondensat yang melimpah di Jawa Barat untuk dijadikan sebagai Gasified Petroleum Condensate (GPC), bahan bakar alternatif minyak tanah. Pemprov, melalaui BUMD bisa mengusahakan kerja sama pembelian kondensat dari Pertamina dengan harga yang “tidak mengikuti harga minyak dunia” namun tidak merugikan Pertamina, toh bagi Pertamina, pengelolaan kondensat (transportasinya) tidak terlalu menguntungkan. Apabila potensi komndensat ini bisa digarap oleh BUMD, maka subsidi bahan minyak tanah bisa ditekan serta memberikan multiplier effect berupa dukungan kompetitif industri kecil dan rumah tangga melalui penyediaan bahan bakar yang terjangkau.

Potensi lainnya yang tak kalah menarik adalah pemanfaatan panas bumi Jawa Barat, yang sebesar 21,9% dari potensi nasional, sebagai pembangkit listrik untuk mengurangi krisis listrik saat ini sekaligus dapat dimanfaatkan secara langsung (direct use) untuk agribisnis, dengan memberdayakan masyarakat sekitar lokasi panas bumi.

Potensi Telematika

PT Jabar Telematika (perusahaan anak PT Jasa Sarana) harus dapat mengembangkan telematika di Jawa Barat. PT Jabar Telematika saat ini tengah melakukan konstruksi jaringan layanan komunikasi data pedesaan. Jaringan ini akan dikerjasamakan dengan BumDes (Badan Usaha Milik Desa), Bank Jabar, PT PLN dan    PT Pos Indonesia untuk layanan payment switching serta micro payment. Jaringan ini bisa dimanfaatkan sebagai media penyaluran program-program Pemprov Jabar, seperti bantuan kredit dan subsidi.

PT Jabar Telematika bisa bekerja sama dengan mitra strategis dalam menggelar fiber optic yang nantinya dimanfaatkan sebagai back bone jaringan layanan data dan internet  bagi segmen korporat dan publik serta untuk menunjang program Pemprov, seperti school-net (internet sekolah) dan e-health (internet kesehatan).

Potensi Pariwisata

Pemprov Jabar juga memiliki BUMD yang bisa menunjang pariwisata Jawa Barat. PD Jasa dan Kepariwisataan (PD JAWI) memiliki hotel-hotel heritage dan kawasan pusat perbelanjaan yang layak jual. Pemprov Jabar juga memiliki BUMD PT Agronesia yang mengelola Bandung Milk Center (BMC) yang bisa menawarkan produk wisata kuliner Jawa Barat. PDAP juga bisa melakukan pengembangan potensi lahan perkebunan sebagai kawasan agrowisata serta pengembangan potensi geothermal menjadi produk pariwisata geothermal seperti di New Zealand. Apabila semua potensi itu dikembangkan, banyak sekali lapangan pekerjaan yang bisa diusahakan di bidang pariwisata.

Pengembangan Kawasan Melalui Pembangunan Infrastruktur

Di bidang infrastruktur, HaDe bisa memberdayakan PT Jasa Sarana, sebagai agent of infrastructure development di Jawa Barat dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Salah satunya adalah dalam mewujudkan pembangunan jalan tol Cileunyi -Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang akan memberikan multiplier effect bagi tumbuhnya kawasan-kawasan pusat ekonomi baru di sepanjang ruas toll tersebut.

Pengembangan Potensi Pembiayaan

Di bawah kepemimpinan HaDe, Bank Jabar sebagai BUMD Pemprov Jabar mesti lebih didorong untuk lebih aktif menyalurkan kredit-kredit produktif dalam rangka mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Barat. Selama ini Bank Jabar masih dilenakan oleh pengelolaan kas daerah serta kredit-kredit konsumtif bagi PNS.

Bank Jabar bisa melakukan banyak sinergi dengan BUMD-BUMD lainnya, terutama dalam mengembangkan potensi-potensi yang telah dipaparkan di atas.

Epilog

Apabila BUMD-BUMD Pemprov lebih diberdayakan, saya yakin program dan komitmen HaDe dalam pengentasan pengangguran bisa lebih cepat terlaksana. Apalagi dengan melihat kader-kader PKS dan PAN yang tidak banyak duduk di jajaran struktur PNS dan Pegawai Pemda tentu membuat mereka akan lebih mudah berperan lebih banyak melalui BUMD Provinsi. Ayo kita buat BUMD-BUMD kita powerfull!

2 Responses to Revitalisasi Peran BUMD dalam Masa Pemerintahan HaDe

  1. Mirasari says:

    Apaan terealisasi? Janji-janji palsu. Dasar politisi, menghalalkan segala cara iuntuk menang, bahkan bawa nama malaikat segala. Amit-amit deh puny6a pemimpin seperti ******** yang hanya omong doang, marah, arogan…******** benar2 pembohong (baca koran tempo 23 April halaman daerah)

    *) edited by administrator

    • Mba Mira, bisa tolong dijelaskan mana saja janji-janji yang belum terealisasi? Apa saja yg dimaksud segala cara untuk menang? Agar comment Mba Mira ini lebih berimbang dan bisa menjadi bahan introspeksi kita semua. Thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: