Teruntuk Sealy – Sebuah Surat Refleksi Keagamaan

Sealy and her husband

Assalamu’alaykum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, yang menciptakan, yang mengurus dan yang memberi petujuk kepada makhluk-Nya.

Seal, kemarin, kami berkewajiban menghormatimu sebagai sesama ciptaan-Nya, juga menghormati dan menyayangimu sebagai sahabat. Dan kini kewajiban kami bertambah satu, yaitu menghormati dan mencintaimu sebagai saudara, saudara seiman! Sebab seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara, selayaknya satu tubuh, jika satu bagian demam maka semua ikut merasakan. Begitu juga ketika bahagia, semua juga ikut bahagia.

Kami tak bisa membayangkan, betapa rumitnya untuk membuat sebuah keputusan berpindah agama berikut segala konsekuensinya. Karena itu Seal, kami insya Allah siap membantu kapanpun diperlukan.

Seal, kami tak bermaksud menggurui. Bahwa pupuknya iman adalah ilmu. Bahwa Islam bukan hanya masalah hukum halal haram, shalat, puasa, zakat dan haji. Tapi Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk bagaimana berhubungan dengan keluarga, terhadap sesama manusia, juga bersikap terhadap semua ciptaan-Nya. Islam memberi panduan bukan hanya pada perkara-perkara yang besar, tapi juga perkara-perkara yang mikro. Dari hal yang kadang dianggap sepele, misalnya bagaimana masuk ke dalam toilet, sampai ke masalah politik, sosial, budaya, dan makrokosmos. Seal, dalam Islam, sekecil apapun perbuatan bisa menjadi ibadah, entah hanya meyingkirkan duri di jalan atau sekedar memberi senyuman. Karena itu Seal, kami insya Allah selalu bersedia untuk bersama-sama belajar menjadi muslim yang sejati, yang membawa rahmat bagi semesta.

Harapan kami, semoga dengan keislaman, Sealy menjadi seorang anak yang makin sayang dan disayangi mama papa, makin disenangi sahabat-sahabat, juga makin berprestasi. (Wah, jadi malu. Kami yang sudah selama ini, tidak bisa memberikan contoh yang lebih baik, maaf…) Jadi ingat salah satu perkataan Nabi Muhammad SAW, bahwa manusia itu seperti logam mulia, barang siapa yang mulia sebelum masuk Islam, ia juga mulia ketika sudah berislam. Dan kami tahu, Sealy adalah salah satu dari logam mulia itu…

Waduh, kok jadi serius begini. Maaf Seal. Intinya sih kami bahagia, bangga dan insya Allah selalu bersedia membantu.

Dari saudaramu,

Agus

One Response to Teruntuk Sealy – Sebuah Surat Refleksi Keagamaan

  1. Hari ini, Sealy menikah, aku bahagia sekali. Semoga Sealy dan suaminya dapat saling mendukung, bersama-sama meniti jalan menuju ridla Tuhan. Barakallahu laka wa baraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fil khair…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: