Julie Estelle, Kuntilanak 3 dan Starbucks Cofee

starbucks.jpg“Julie Estelle!” Sorak temanku sore itu di gerai Starbucks Cofee – BIP, saat mengetahui Julie Estelle sedang melakukan conference press film terbarunya, Kuntilanak 3. Jadilah aku korban, disuruh mengambil foto dia dan Jullie Estelle dengan kamera handphone-nya.

Saya jarang ke Starbucks, pertama karena memang saya tidak terlalu menyukai kopi, ke-dua, karena Starbucks Coffee memang menguras kantong saya yang cekak (sebenarnya ini alasan utama). Bagi masyarakat Asia harga kopi di Starbucks memang tergolong mahal, meski konon untuk mengimbangi harga tersebut, customer mendapat value lebih, terutama dari pelayanan dan prestise-nya. Produknya memang berkualitas tinggi, tapi lebih dari itu, Starbucks Coffee tidak hanya sekedar minuman tapi juga menjadi gaya hidup. Positioning Starbucks tetap mantap: harga premium dengan performance yang premium.

Pada waktu mendirikan gerai pertama di Seattle, USA, tahun 1971, pendiri Starbucks Coffee Company (SCC) mungkin tidak akan mengira, bahwa kopinya  akan mendunia. Zaman itu, kebanyakan minuman kopi dijual kalengan di supermarket. Konsep Starbucks menjual kopi yang masih segar di suatu gerai merupakan ide yang revolusioner.

Orang yang berperan melambungkan Starbucks adalah Howard Schultz, mantan pegawai Starbucks, yang mengakuisisi SCC pada 1987. Ia terinspirasi dari Italian Espresso Bars ketika dalam perjalanan bisnis ke Milan. Starbucks mulai terkenal di tahun 1993 dan dengan sangat baik menjadi produk minuman premium sehari-hari. Logonya yang berwarna hijau dan putih mudah dikenal. Brand-nya tidak hanya dikenal dari produknya (kopi), tetapi juga pada sikap (attitude) yang ditunjukkan. Untuk sebagian orang, suasana tempatnya berkesan menjauhkan dari tekanan sehari-hari (stress). Rata-rata pelanggannya mendatangi Starbucks 18 kali dalam sebulan. 10 % dari pelanggan mengunjungi 2 kali dalam sehari.

Lantas apa hubungannya film terbarunya Julie Estelle, Kuntilanak 3, dengan Starbucks? Setelah saya pikir-pikir, ternyata memang ada hubungannya. Coba lihat logo starbucks, sekilas dari jauh, nampak seperti gambar Kuntilanak…

 

Terima kasih atas materi Starbucks Case yang dipaparkan dengan baik oleh Kel 2 MM Coop VII STMB Telkom (Anggasari A.P.; Awaludin G.; Finka M.A., Sealy E.T; Wahyuning D.R.)

2 Responses to Julie Estelle, Kuntilanak 3 dan Starbucks Cofee

  1. ira says:

    title: Unimportant comment

    i found my name here

    hehehehe…….

  2. Ra, biar nama kamu banyak nongol di internet, mending buat blog aja Ra. Aku punya usul tema blog yang cocok utk kamu: Penderitaan commuter di Jakarta, Arsitek kesasar, atau kisah calon direktur Telkom. Bagaimana?
    Just kidding, siapa tahu tulisanmu memberi inspirasi positif bagi orang lain, dan itu amal jariyah juga lho. Selamat nge-blog…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: