Pak Aming dan Arti Keberadaan

Saya pernah dikirimi sebuah tulisan tentang arti keberadaan dan kebahagiaan oleh seorang teman, yang isinya kira-kira begini:  Coba sebutkan 5 orang terkaya di dunia, 5 orang Miss Universe terakhir, 5 orang pemenang nobel yang kamu kenal, 5 orang pemenang Best Actor Oscar.  Kita akan kesulitan menjawabnya. Jadi jangan khawatir jika kita tidak bisa menjadi mereka, sebab tepuk tangan telah musnah, tropi mereka telah berdebu…

Tapi coba kalau sekarang kita ditanya, 5 orang guru yang sangat berperan dalam pendidikan kita, 5 orang teman yang  membantu kita saat kita sangat membutuhkan, 5 orang yang membuat kita merasa special, 5 orang  yang kita ingin menghabiskan waktu dengan mereka. Kita lebih mudah menjawabnya.

Saya kembali teringat pada tulisan itu, waktu pagi ini, seorang rekan alumnus Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB-Telkom) mengabari bahwa Pak Aming telah berpulang ke rahmatullah. Anda mungkin mengira bahwa pak Aming adalah rektor, kepala jurusan, atau minimal dosen, sebab teman-teman alumni begitu memperhatikannya. Kalau Anda menebak seperti itu, Anda salah besar. Pak Aming “hanya” seorang office boy (OB), yang tugas utamanya adalah menyiapkan coffee break bagi para mahasiswa S-2.

Pak Aming mengajarkan bahwa untuk menjadi orang yang dikenang, seseorang tidak perlu harus bergelar doktor, menemukan teori/alat baru, menjadi orang sangat kaya atau menjadi selebritis, tapi cukup dengan kesungguhan dan ketulusan!

Pak Aming menunaikan pekerjaannya dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Ia menyiapkan coffee break dengan sempurna. Meski hanya menghidangkan  teh/kopi dan snack seadanya, beliau menambah nikmat hidangan itu dengan senyum dan sapaannya. Kesimpulannya Pak Aming menghidangkannya dengan cinta. Pak Aming juga responsif, selalu siap jika ada yang kurang, mengantar hidangan jika kami terlampau sibuk waktu ujian. Dari diskusi yang sering saya lakukan dengan beliau (seringnya waktu main ke dapur saat lapar dan pusing karena tekanan kuliah), beliau adalah orang yang tegar, tidak suka mengeluh. Meski kami tahu, mungkin hidupnya tak semanis senyumnya.

Sungguh, pagi ini kami kehilangan beliau. Selamat jalan Pak Aming, kami mendoakanmu, ” Ya Allah ampunilah beliau, rahmatilah beliau.” Jadikanlah anak-anaknya kelak ilmuwan yang salih, orang kaya yang bersyukur, da’i yang ikhlas serta pejuang di jalan-Mu.” Ya Allah, kami berharap dengan sungguh, berharap dengan sungguh…

One Response to Pak Aming dan Arti Keberadaan

  1. toeti says:

    Pada Akhirnya Keikhlasan menjalankan hidup dan pekerjaan di muka bumi lah yang memberikan kedamaian an menorehkan arti kehidupan baik bagi orang itu sendiri maupun orang lain yang ada disekitarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: