Strategi Merebut Pangsa Pasar BBM Industri Jawa Barat

Analisis Pasar BBM Industri Jawa Barat

tanki-bbm.jpgPada tahun 2006, terlihat adanya perubahan profil konsumsi Bahan bakar Minyak (BBM) industri di Jawa Barat akibat adanya pencabutan subsidi BBM dan mulai berlakunya kebijakan diversifikasi energi. Hal ini terlihat jelas pada kasus minyak bakar. Penggunaan minyak bakar pada tahun 2004 sebesar 881.173 kL,  pada tahun 2005 mencapai 1.900.770 kL (meningkat hampir 150%), dan  pada tahun 2006 sebesar 1.624.297 kL (menurun 17%).

Pangsa pasar yang paling potensial untuk diperebutkan adalah segmen konsumen dengan pemenuhan BBM industri tidak kontinyu dari Pertamina. Pada tahun 2006, pangsa pasar segmen ini di wilayah Jawa Barat sebesar 43 ribu KL untuk konsumsi di bawah 100 kL per bulan  dan 36 ribu KL untuk konsumsi di atas 100 KL per bulan (diolah dari data Pertamina). Memang terdapat ancaman bisnis BBM industri dari energi substitusi, yakni batu bara dan gas. Namun dengan memperhitungkan masih terbatasnya infrastruktur jaringan gas dan ketidakpastian pasokan batubara dan diimbangi pertumbuhan industri, ancaman ini masih tidak mampu menurunkan konsumsi BBM industri lebih dari 15%. Dengan memperhitungkan besarnya konsumsi BBM industri, karakteristik konsumsi, serta pertumbuhan industri tersebut dapat disimpulkan bahwa bisnis distribusi BBM industri di Jawa Barat masih menarik.

Meskipun bisnis BBM industri di Jawa Barat masih menarik, namun tetap saja yang diuntungkan dalam industri ini adalah pemain BBM industri yang telah memiliki kompetensi dan jaringan pasar yang sudah luas. Hal ini menjadi sangat penting, sebab dengan naiknya BBM industri akibat melambungnya harga minyak dunia, yang diuntungkan adalah pemain yang mengambil strategi cost leadership dengan memanfaatkan kompetensi dan asset yang telah dimilikinya.

Strategi Merebut Pangsa Pasar BBM Industri Jawa Barat

  1. Apabila Distributor hendak memasuki bisnis BBM industri, adalah satu keharusan bagi Distributor untuk membangun kompetensi di bidang hilir migas ini. Operasional bisnis ini perlu didukung oleh team marketing yang solid yang terlebih dahulu merumuskan target dan strategi marketing yang jelas.
  2. Pasar yang paling feasible untuk dikuasai Distributor adalah wilayah Bandung Raya, dengan mempertimbangkan ketidakterjangkauan dari jaringan gas di Jawa Barat (eksisting, SSWJ dan KALIJA) serta besarnya pasokan BBM tak kontinyu dari Pertamina. Pangsa pasar BBM industri di Bandung sebesar 15 ribu kL, sedangkan di Kota Bandung sebesar 9 ribu kL.
  3. Distributor harus lebih agresif untuk mendekati konsumen menengah-kecil (pemakaian kurang dari 100 kL), yang merupakan 55% market tidak kontinyu BBM industri Jawa Barat.
  4. Untuk bisa bersaing dalam memperebutkan market share BBM industri, selain harus mendapatkan sumber BBM industri yang lebih murah daripada yang ditawarkan oleh kompetitor, Distributor mesti memperkuat posisinya dengan mendasarkan bisnis BBM industri ini pada asset, misalnya melalui pembangunan bunker BBM industri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: