A Creative Marketing Strategy for New Music Album Launching

Jika ada yang bertanya apa barometer musik Indonesia, saya akan menjawab acara pengamen di lampu merah. Lho ini serius, saya tidak sedang bercanda. Saya mempunyai hipotesis bahwa terdapat korelasi positif antara frekuensi lagu yang dinyanyikan oleh pengamen di lampu merah dengan tingkat kepopuleran lagu. Bagi saya ini sangat logis. Menurut saya pengamen di lampu merah itu pada hakikatnya adalah sedang berjualan pertunjukan nyanyi. Untuk mendapatkan apresiasi berupa uang recehan (paling gedhe ribuan) dari pendengar, mereka berusaha tampil maksimal, baik dari segi permainan alat musik atau pemilihan jenis lagu. Saya memiliki keyakinan bahwa mereka menyesuaikan lagu mereka dengan selera pasar, yaitu lagu-lagu yang sedang ngetop. Lagian mereka juga malu dong kalau sampai disebut “musisi jalanan jadul*”.

Beberapa waktu yang lalu saya sering mendengar beberapa bait lagu yang baru saya dengar yang dinyanyikan pengamen-pengamen di lampu merah. Setelah saya melototi acara lagu di televisi, baru saya tahu ternyata lagu itu adalah lagu yang sedang ngetop, yaitu lagu : “Sebelum Cahaya” nya Letto dan lagu “Munajat Cinta” nya The Rock-Ahmad Dhanni. Dari kasus ini saya tambah yakin kalau hipotesis saya benar.

Nah, dari kesimpulan itu saya jadi berpikir, kenapa tidak kita gunakan alur logika terbalik untuk membuat strategi marketing launching lagu-lagu baru. Jadi begini, produser musik melakukan kerja sama dengan para pengamen di kota-kota besar di Indonesia. Konsep perjanjian kerja sama tersebut adalah para pengamen akan menyanyikan lagu yang baru dirilis produser musik minimal berapa kali sehari dengan besaran imbalan tertentu yang disepakati. Saya yakin akumulasi biaya kompensasi bagi pengamen tersebut tidak akan sebesar biaya yang dikeluarkan jika produser musik mengiklankan lagunya di media elektronik. Kerja sama mutualisme! Produser bisa mempopulerkan lagunya dengan lebih hemat dan pengamen mendapat tambahan penghasilan. Saya yakin ini bisa menjadi satu strategi marketing kreatif untuk me-launching lagu-lagu baru. Viva industri musik Indonesia!

*) Jadul = jaman dulu, ketinggalan zaman.

Kredit foto:http://2.bp.blogspot.com/_-k8Oc5ZzZ8w/Sjfixit-J5I/AAAAAAAAAPA/88krZ0aeedY/s1600-h/pengamen.jpg

11 Responses to A Creative Marketing Strategy for New Music Album Launching

  1. Penny Thang says:

    Idenya bagus juga, Mas.. Saya jadi mikir2 untuk gimana prakteknya nih… Masalahnya kita tau darimana kan mereka berapa kali nyanyi lagu yang kita mau… Mungkin ada ide. Trims sebelumnya

  2. Mba, untuk mempermudah implementasi ide itu, saya usul produser bekerja sama dengan LSM pembina anak jalanan (pengamen). Program kerja sama ini saya pikir akan lebih dahsyat hasilnya: program lebih terkontrol, produser tidak perlu capai turun ke jalanan, serta efek promosi “Comunity Development” juga lebih terasa.

    Awalnya sih modal “saling percaya” saja, tapi produser juga melakukan checking kepada pengamen melalui “ghost surveyor” secara temporer. Sebenarnya sih ada cara yang lebih pasti: pasang alat perekam di perempatan jalan, tapi ini menjadi tidak praktis dan bisa mahal. O, iya pengamen yang ikut program tersebut dilengkapi dengan baju/kaos dan aksesoris bertema album yang sedang dilaunching. Sebelum beraksi, mereka harus mengikuti SOP, mungkin begini contohnya: ” Selamat Siang para penumpang, izinkan kami membawakan lagu terbaru dari group band “Anu”, Jreng….

    Tp saya jadi kepikiran, ternyata modal “saling percaya” itu adalah modal paling berharga yang paling murah ya… Thanks atas kunjungannya. Salam.

  3. Annisa says:

    Iya juga, ya:) inspirasional.
    Sering kita lihat fenomenanya. Blessing in disguise untuk sebuah creative
    marketing strategy ya. Salam kenal.

  4. Untari says:

    Saya minta izin untuk menggunakan foto pengamen untuk cover buku di kantor saya
    terima kasih

  5. Mba Untari, maaf, sebenarnya foto itu bukan milik saya. Dulu saya download beberapa picture lewat Google. Tapi waktu saya trace lagi, sumbernya gak ketemu. Jadi forum ini saya manfaatkan juga untuk meminta izin saya kepada pemegang hak foto tersebut. Kalau beliau melarang foto tersebut ditampilkan di blog saya, segera saya ganti.

    Btw, Mba bekerja di kantor apa? Berhubungan dengan pemberdayaan pengamen kah? Thx.

  6. DEE says:

    hmm.. menurut saya sih itu bagus kalau dilihat dari sisi promosi dan amal nya yah..
    tapi klo mang pengen benar2 di tekan biayanya
    yah gak usah dikasih uang..
    cukup di kasih media untuk dengerin lagu itu, dan tanya bagaimana menurut pendapat mereka, klo ternyata responnya positif yah pasti bakal mereka nyanyiin tanpa harus dibayar sekalipun. hehehe

  7. infogue says:

    terimakasih, artikel anda bagus dan menarik.

    anda bisa terus promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita dan beberapa pilihan widget lainnya yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  8. ARNET BAND says:

    ARNET BAND kini dapat di download di YOUTUBE dengan hits single kami yang berjudul Jika Nanti bila ada produser yang tertarik pada kami kami siap di test

  9. Youtube memang turut melejitkan revolusi marketing, termasuk bagi penyanyi/band pendatang baru. Selamat Arnet Band, Anda termasuk generasi yang memanfaatkannya. Lagu Anda cukup mendayu-dayu😀

    Bagi para produser, siapa berminat mengorbitkan Arnet?

  10. ndii says:

    murut saya idenya bagus lho …

    • Thx Ndii. Tapi memang perlu didetilkan lg untuk diimplementasikan. Kalau terlaksana, IA jadi simbiosis mutualisme yg bagus. Dan permasalahan anak jalanan sedikit bisa diselesaikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: