Teletransport: Transportasi Masa Depan

th-prestige_pu.jpgSudah menonton film “The Prestige”? Film ini menceritakan persaingan antara dua pemain sulap. Untuk memenangkan persaingan, salah satu tokoh menggunakan alat pemindahan tubuh dari satu terminal ke terminal lain ciptaan seorang peneliti, meski ternyata alat tersebut gagal. Alih-alih memindahkan tubuh/ barang justru malah menggandakan tubuh/barang tersebut. Kalau mau lihat alat teletransport yang sudah jadi, Anda bisa melihatnya di film “Star Trek”.

Kalau belum menonton film-film tersebut, contohnya sedikit mirip dengan di film kartun “Dora Emon”. Dora Emon, dengan pintu ajaibnya, bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sekejap. Itu semua film import. Indonesia juga memiliki imajinasi teletransport seperti itu, malah semenjak zaman dahulu. Konon para “orang pinter” bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa alat dalam sekejap.  

Apakah semua imajinasi itu bisa diwujudkan oleh teknologi? Secara logika bisa! Mekanisme teletransport sebenarnya tidak berbeda jauh dengan mekanisme telekomunikasi digital. Pada telekomunikasi digital terdapat Analog/Digital Converter, pada teletransport harus ada Converter Materi/Gelombang energy. Pada telekomunikasi digital terdapat transmisi gelombang yang berisi informasi, demikian juga pada teletransport.

Yang menjadi kendala utama bagi teletransport adalah masalah mengkonversi (coding) materi  ke bentuk energi gelombang dan sebaliknya. Ilmuwan/Engineer harus memahami struktur dan konfigurasi atom penyusun materi yang akan ditransport secara detil. Sebab disinilah letak kunci teletransport. Kendala berikutnya adalah mengenai transfer gelombang energy dari transmitter ke receiver. Harus dipikirkan agar dissipasi energy dan gangguan selama transfer tidak merubah konfigurasi informasi materi yang dikirim. Selain itu transmisi gelombang pembawa informasi materi juga harus tidak membahayakan materi yang dikirim dan lingkungan sekitar.

Untuk mentransport manusia, masih memakan waktu yang lebih lama lagi. Sebab komponen manusia lebih rumit dari materi/benda mati. Manusia memiliki nyawa/ruh. Masih ada satu langkah lagi yang harus dipecahkan, yaitu meng-coding dan mentransfer nyawa/ruh. Dan ini masalah tersulit, sebab pengetahuan manusia tentang ruh sangat terbatas.

Teletransport Menurut Wahyu

Dalam Kitab Suci umat Islam, Al Qur’an-Surah An Naml,  dikisahkan pada zaman Nabi Sulaiman, “seorang yang berilmu” dengan izin Allah mampu memindahkan singgasana Ratu Balqis dengan waktu lebih cepat dari kejapan mata.

Penulis yakin bahwa beberapa manusia pilihan Tuhan diberi kemampuan untuk melakukan teletransport.  Jadi untuk beberapa hal, teknologi yang berdasarkan logika memang masih jauh tertinggal dari pencapaian ilmu “spiritual”. Penyebabnya adalah karena ilmu dan teknologi yang sekarang kita geluti  hanya meneliti ranah materi. Padahal ada ranah di luar materi yang menyimpan rahasia alam yang sangat besar.

One Response to Teletransport: Transportasi Masa Depan

  1. SEBENARNYA, YANG MEMINDAHKAN SINGGASANA RATU TERSEBUT ADALAH ILMUWAN, KARENA SECARA GAIB (JIN IFRIT) MASIH LAMBAT, MAKA TERPILIHLAH SI ILMUWAN, JADI DI ZAMAN SULAIMAN TEKNOLOGI MEMECAH MOLEKUL SUDAH ADA DAN ITU DILAKUKAN OLEH PARA ILMUWAN HULUBALANG SULAIMAN, TAPI KARENA KUWATIR TEKNOLOGI YANG SUDAH FANTASTIS ITU TIDAK BISA DIPAKAI OLEH UMAT MASA DEPAN YANG TIDAK AMANAH , MAKA SULAIMAN BERDOA AGAR ILMU ILMU TERSEBUT DILENYAPKAN SAJA SEPENINGGAL SULAIMAN, DAN ITU DIKABULKAN ALLAH YANG MAHA TAHU, COBA LIHAT, BARU MENGUASAI TEKNOLOGI NUKLIR SAJA AMERIKA SUDAH SOMBONG DAN MENGATUR ATUR DUNIA, SUBHANALLAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: