Korupsi dan Doa Sebelum Makan

Berdasarkan perhitungan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) oleh Transparency International, Indonesia masih termasuk ke dalam 10 besar negara terkorup di dunia, meski dari tahun-ke tahun mulai memperlihatkan perbaikan sedikit.

Ironisnya, semua itu terjadi di Indonesia, yang diakui sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Memang masalahnya bukan terletak pada ajaran Islam. Yang menjadi masalah adalah pelaku agama itu sendiri. Meminjam istilah Kang Jalal, harus dibedakan antara Islam konseptual dengan Islam aktual.*

Secara konsep, Islam menyediakan tidakan preventif dan kuratif terhadap tindakan korupsi. Islam sangat tegas dalam menjelaskan konsep halal-haram, baik dari tataran filosofis sampai praktis. Islam telah mengajarkan pemeluknya untuk betul-betul memperhatikan kebaikan dan kehalalan makanan. Ingat ayat Al Qur’an yang terakhir diturunkan ( Al Maaidah : 3) membahas tentang aturan halal-haram makanan.

Dalam tataran filosofis, Islam menggambarkan bagaimana sekecil apapun makanan yang haram yang masuk ke tubuh seseorang akan menjadi daging yang akan terus-menerus mengotori kemanusiaan dan akan mengajak kepada kemaksiatan. Dalam tataran praktis, bagaimana Islam mengatur hukum pencurian dengan tegas : hukum potong tangan jika telah memenuhi syarat.

Ada hal menarik, Islam mengajarkan untuk tidak mencuri (korupsi) melalui hal sederhana berupa doa sebelum makan yang berbunyi : “Allahuma baariklanaa fiimaa razaqtanaa wa qiinaa ‘adzaaba an-naari” yang artinya : ” Ya Allah, berkahilah atas apa-apa yang telah Engkau rizqikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siska neraka”. Saya yakin sebagian besar umat Islam hafal do’a sebelum makan tersebut, yang memang doa favorit yang diajarkan semenjak kecil. Sayangnya dari umat islam yang hafal dan mengucapkan doa tersebut, sepertinya sangat sedikit yang memahami makna filosofis doa tersebut. Sehingga apa yang ia ucapkan atau lakukan tidak membekas kepada perilaku kesehariannya. Setidaknya ada dua nilai filosofis yang terkandung dalam doa tersebut, yaitu :

  1. Nilai keberkahan : doa tersebut meminta agar Allah memberi keberkahan kepada makanan kita. Berkah secara istilah berarti “ziyadatu fii al khair”, bertambahnya kebaikan. Jadi ada dua syarat dalam do’a ini, yaitu pertama, makanan itu harus baik dahulu (halal secara materi, bersih dan bergizi), yang ke-dua adalah adanya nilai tambah dalam hidangan kita. Nilai tambah dalam makanan kita bisa diilustrasikan seperti ini: apabila porsi makanan Anda dibagi berdua dengan teman Anda yang kelaparan, mungkin Anda tidak merasa kenyang, tapi yakinlah itu berkah. Dan yakinlah Tuhan yang menguasai mekanisme pencernaan Anda, bisa dengan mudahnya merubah proses kimia-fisika dalam perut Anda, sehingga makanan tersebut akhirnya menjadi darah/daging yang betul-betul berkualitas. Misalnya menjadi sel-sel otak yang cerdas. Itulah berkah.
  2. Nilai kehati-hatian. Perhatikan, sebelum makan Anda disuruh membayangkan siksa neraka, karena Anda meminta untuk dihidarkan dari siksanya. Kalau pembaca doa sebelum  makan betul-betul menghayati doa ini, dia akan sangat berhati-hati daam memilih apa yang akan ia makan. Apakah makanan tersebut halal secara materi dan halal secara perolehannya? Bagaimana ia berani untuk memakan sesuatu dari hasil mencuri (korupsi) sedangkan dia dengan sadar meminta agar minta keberkahan makanan dan dibebaskan dari siksa neraka. Ia meminta tapi pada saat yang sama ia melakukan sesuatu hal yang bertentangan dengan permintaanya, sesuatau yang akan mengantarkannya kepada neraka.

Sungguh menggelikan, umat Islam yang setiap hari rata-rata membaca doa ini tiga kali setiap hari, masih mau melakukan korupsi. Ya, itu kembali kepada Islam aktual lagi.  Bahwa kesempurnaan dan keindahan konsep Islam tidak dipahami dan dilaksanakan dengan selayaknya oleh pemeluknya pada tataran aktual.

*) Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Islam Aktual yang diterbitkan oleh Mizan Pustaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: