30 Jam di Rembang*

pantai_kartini2.jpg

Siang di Rembang sangat panas, 43 derajat celcius! Maklum musim kemarau di kota pantai. Tidak sampai setengah km dari jalan raya adalah Laut Jawa. Saya datang ke Rembang atas undangan Tim Seleksi Direksi dan Komisaris BUMD Rembang, PT. Rembang Sejahtera Mandiri. Saya sebelumnya tidak pernah ke Rembang. Tahu sedikit Rembang, ya Cuma dari bukunya Pramoedya, “Gadis Pantai”. Setting Novel tersebut menggambarkan Rembang sebagai kota pantai dengan pengaruh pesantrennya yang cukup kental. Di novel tersebut disinggung sedikit seorang pejuang wanita Rembang, R.A. Kartini. Oleh karena itu, sebagai tanda hormat, terdapat pantai yang dinamai Pantai Kartini.

Orang yang pertama kucari untuk mendapat informasi – atas rekomendasi seorang sahabat – adalah mas Robbis. Beliau tipikal aktivis abis, ketua DPD salah satu partai politik di Rembang, Man! Beliau juga sangat responsif, ketika saya mau berkunjung ke rumahnya, beliau menawarkan diri  menjemput di penginapanku. Kami berdiskusi tentang potensi Rembang, peta politik dan kondisi sosial Rembang. Tak lupa beliau mencarikan dan meminjamiku buku : Rembang dalam Angka.

Dari Diskusi kami, resume tentang Rembang seperti ini : Rembang itu Kabupaten nomor satu paling miskin di Jawa Tengah. Petani bukan pekerjaan pokok sebagian besar warganya, tapi hanya sebagai pekerjaan sampingan, sebab 60% Rembang memang lahan tadah hujan. Potensi yang cukup besar memang di sektor kelautan, masalahnya tidak semua penduduk mampu menjadi nelayan (perlu skill khusus). Di setiap pojok Rembang bisa dengan mudah ditemukan pak Kyai, pesantren banyak sekali. Jadi memang susah menjadi tokoh di Rembang, sudah penuh dengan bintang! Kebetulan sebelah rumahnya Mas Robbis juga rumah pak Kyai, yaitu pak Mentri Agama, pak Maftuh Basyuni.

Untuk melengkapi informasi tentang Rembang dan kebetulan di Rembang sedang ada pameran Rembang Expo, pameran potensi dan produksi Rembang, jadi malamnya saya sempatkan melihat-lihat sejenak Pameran tersebut. Hampir tiap stand mengadakan doorprize. Saya tertarik melihat stand Asosiasi BMT Rembang, dan langsung disodori lintingan kertas kayak arisan berisi nomor soal kuiz. Ibu-Ibu penunggu stand membacakan dengan keras soalnya : dalam perpajakan dikenal istilah PTKP, apa kepanjangan dari PTKP? Saya menjawab dengan meraba-raba. Beberapa waktu yang lalu sepertinya saya pernah berdiskusi dengan seorang teman yang bekerja di bagian pajak. P-nya mungkin Pajak dan atau Pendapatan,… Pendapatan Tidak Kena Pajak. Dan ternyata jawaban saya benar. Tau nggak hadiahnya : kaos berkerah berlogo Asosiasi BMT Rembang. Waktu hendak keluar pameran, seorang bapak-bapak nyeletuk, “Mase pinter ya, bisa dapat kaos. Saya kemarin nyoba-nyoba nggak pernah dapat.” Berdiskusi memang banyak manfaatnya! 

Siang hari berikutnya adalah session yang paling saya tunggu-tunggu, menyaksikan putra-putri terbaik Rembang memaparkan Visi dan Misi tentang BUMD mereka. Tidak semua paparan Kandidat saya ceritakan di sini hanya beberapa saja yang paling “mengesankan.”

Ada kandidat yang memaparkan visinya : membangun Rembang di segala bidang. Saya jadi ingat pelajaran P-4 dan Repelita dulu. Dan ini membuat panelis bertanya : “Kalau pembangunan di segala bidang, apakah Bapak akan membangun bidang hukum juga?”. Dan sang kandidat menjawab di luar dugaan saya, ‘Iya!”

Kandidat lain ada yang memaparkan panjang lebar tentang perencanaan bisnis, tapi sampai 30 menit presentasinya selesai tidak muncul visi dan misi. Padahal ini acara paparan Visi-Misi! Panelis pun menemukan sasaran empuk, ” Anda ngomong ngalor ngidul tapi kok nggak ada visinya, jadi apa visinya?” Sang Kandidat ini menjawab dengan enteng, ” ini kan perusahaan holding Pak, jadi ya nggak perlu visi.”

Mau tahu paparan Kandidat paling kocak, ini dia ceritanya. Kandidat menggunakan power point yang full picture, di halaman depan, terpampang foto, Bupati dan Wakil Bupati (pokoknya merayu deh). Visinya sosial banget, tentang kesejahteraan sosial Rembang. Misinya ada 8 point, tersebar dari peningkatan SDM Rembang, memantapkan otonomi daerah, sampai mendukung kota Rembang menjadi kota metropolitan yang bertiga dimensi (Tolong jangan tanya saya, apa itu kota tiga dimensi). Pada waktu tanya jawab, Panelis menanyakan, “Anda berbicara luas banget dari SDM sampai metropolitan segala, jadi apa core business-nya? Sang Kandidat tidak menjawab dan terlihat bingung, sepertinya beliau tidak paham apa arti core business. Lalu beliau berkata, “Maaf, Pak, saya lebih suka menggunakan istilah dalam bahasa yang mudah dimengerti.” maka tertawalah para hadirin…Sang Panelis agak berang, “lho, core business itu istilah yang sangat umum di dunia bisnis, masa Anda tidak tahu.” Sang Kandidat tetap diam dengan wajah memelas. Lalu pak Bupati mencoba membantu, “core business itu bisnis pokok.” Saya sempat denger celetukan pak Bupati, “kayak gini mau jadi direktur.” Sang Kandidat menjelaskan bla, bla bla, intinya adalah mau membangun pariwisata pantai dan Pelabuhan, “ingat Pak, Pantai Rembang itu lebih indah dari Kuta Bali.” Panelis memancing, “Dari pengalaman, kalau pelabuhan ingin maju, sektor prostitusi itu harus ada, apakah anda setuju?” Sang kandidat diam sejenak, kemudian menjawab dengan diplomatis,” biar mekanisme waktu yang menjawabnya, Pak.” dan sekali lagi Gerrr-lah para hadirin.

Ada juga Kandidat yang ngomongnya politis banget, banyak menyebutkan rumor-rumor yang berbau politis. Dari Kekuasaan Pemerintah dan aparat yang terlalu mengekang bisnis lah, sampai masalah Tommy Soeharto dan bisnisnya. Dan terus terang saya juga tidak dapat menangkap inti paparan kandidat ini. Kandidat lain yang ada di sebelah saya berbisik kepada saya, ” Mas, dari cara bicaranya sangat politis ya, dia memang orang LSM.” Saya Cuma mengiyakan saja. ” Dan dari info yang baru saya dengar, Mas, dia itu track recordnya agak…..(tidak diteruskan, maksudnya ndak baik). Saya heran, ini orang dapat info dari mana, sempat-sempatnya…

Tapi tentu tidak semua kacau. Banyak kandidat yang memberi paparan bagus, serius dan berwibawa… Dan masih banyak lagi peristiwa yang tidak saya ceritakan…

Menyaksikan itu semua, saya cukup bangga. Bahwa Pemda Rembang telah menunjukkan kepada masyarakat sebuah proses transparan untuk memilih Direksi BUMD Rembang. Dan saya juga bangga, bahwa animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses seleksi direksi BUMD cukup tinggi. Saya berhusnudzan, bahwa mereka yang mengikuti seleksi tidak untuk mengejar jabatan, akan tetapi lebih merupakan semangat dedikasi untuk memajukan perekonomian Rembang. Semoga Berhasil!

*) Penulis melakukan petualangan 30 jam di Rembang pada medio November 2006. Pernah dipublikasikan di milis kampus MM STMB Telkom. Dipublikasikan ulang di blog yang baru Penulis buat ini sebagai dokumentasi.

11 Responses to 30 Jam di Rembang*

  1. rudyheryanto says:

    wah, ikut seleksi Direktur BUMD kemarin to? semoga BUMD-nya se”transparan” proses pemilihan direkturnya.

  2. Agus Fitriandi says:

    Hehehe..Cuma penggembira saja.
    Amiin, semoga BUMD kita bisa kayak BUMN Malaysia/Singapura, sebagai penyumbang Pendapatan dan pembangkit perekonomian daerah, jangan cuma penyumbang defisit saja…

  3. beny says:

    dua tahun sudah cukup untuk menghancurkan visi misi!!!! dan uang 35 milyar amblas lebih cepat dar itu… hebat kan? anda turut menyumbangkan hal ini kan? hebat juga lo?!! dalam banyak kasus kreativitas lokal tidaklah seindah apa yang kita pikirkan, anda terlalu lugu melihat nasib BUMD… tolong kalau ada waktu tengok dong hasil kreativitas anda di rembang, kini telah menjadi raksasa yang menindas rakyatnya sendiri atas nama pembangunan ekonomi lokal….

  4. Salahku apa Mas? Mungkin salahku dulu, aku ga dipilih jadi Direktur BUMD Rembang ya? He he. Aku dulu cuma urun rembug tentang strategi pengembangan BUMD di Rembang dan sepertinya usul saya tidak diterima.

    Tidak semua BUMD bernasib tragis Mas. Mas bisa lihat BUMD Prov Jawa Barat (Jasa Sarana), BUMD DKI Jakarta dan BUMD Prov Jatim. Kunci suksesnya saya pikir adalah penanganan manajemen perusahaan secara profesional serta dukungan dari semua stakeholder. Saya yakin BUMD-BUMD kita akan lebih powerfull di masa depan. Selamat Berjuang!

  5. embuh rembang says:

    RBSJ ?? Rembang BANGKRUT SALIM Jaya? Kasihan deh .. orang-orang Rembang.

  6. devy says:

    kapan ke rembang lagi mas…bareng aku sekalian mudik..istriku asli rembang he..he..

  7. @ Devy
    Wah kepengin banget tuh ke Rembang lagi. Kemarin belum sempat nongkrong sore-sore di alun-alun😀

  8. indra says:

    di rembang paling asik makan lontong tuyuhan, ato makan nasi uduk tengah malem di warung dekat jembatan jln demang waru

  9. Wah, perlu dicoba nih. Thx Mas Indra atas info kulinernya😀

  10. nugroho says:

    Rembang bagi q kota yg penuh kenangan indah+arena alhamdulillah selalu pameran hiburan yg q tawarkan selalu direspon + oleh masyarakat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: