Pesan Implisit Slumdog Millionaire

March 7, 2009

jamal-malikSaya baru saja menonton Slumdog Millionaire. Film yang menarik! Saya jadi teringat kembali hakikat seni. Bahwa kesenian tetap bisa menampilkan keindahannya apapun objeknya. Kemelaratan kah. Kekumuhan kah. Wajar saja film ini menyabet penghargaan Oscar untuk 8 kategori, termasuk kategori gambar terbaik.

Namun dari alur cerita yang dibangun, saya menangkap adanya satu kejanggalan. Tapi setelah saya renungkan kembali, saya jadi memiliki pemikiran lain: jangan-jangan kejanggalan ini adalah sebuah pesan yang sengaja disampaikan oleh sutradara secara implisit. Kejanggalan itu adalah perubahan psikis yang drastis tokoh utamanya, Jamal Malik, saat ia kecil dan dewasa. Untuk lebih memahami detil perubahan psikis Jamal, sepertinya saya harus membaca novel sumbernya, Q & A, karya Vikas Swarup.

Awalnya, si kecil Jamal adalah anak yang sangat ceria dan ekspresif meski ia hidup di kawasan kumuh (slum). Salah satu buktinya adalah ketika dia begitu bersemangat untuk melakukan apa saja supaya bisa menemui bintang film pujaannya, Amitabh Bachchan. Sampai-sampai ia rela menceburkan diri ke dalam kakus di pinggir kali. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan adegan-adegan Jamal menjelang remaja. Ia digambarkan sebagai sosok yang pendiam. Apalagi saat ia telah dewasa. Jamal tidak pernah sedikitpun digambarkan gembira, kecuali ketika bertemu kekasih sejatinya, Latika

Pesan implisitnya adalah bahwa peristiwa-peristiwa kelam bisa merubah kepribadian. Sepertinya Jamal memang mengalami trauma demikian. Ini bisa dipahami dengan banyaknya peristiwa yang sangat memukul psikisnya: Ibunya yang dibunuh ekstrimis agamis, kekasih kecilnya yang terenggut, juga kakaknya sendiri, si Salim, yang tega memperkosa kekasihnya, Latika. Dan semua memori itu terputar kembali saat Jamal menjawab satu demi satu pertanyaan di kuis Who Wants to be A Millionaire. Tahap-demi tahap hadiah uang yang ia raih tak sedikitpun merubah ekspresi wajahnya. Ia tidak bersorak. Ia tidak menampakkan kegembiraan. Bahkan ketika ia telah berhasil memenangkan 20 juta rupee (sekitar Rp. 4,6 milyar), ia hanya tersenyum dingin.

Ada satu hal yang menarik juga, film ini tidak menyuguhkan pesan moral secara hitam putih. Memang di dalamnya terdapat konflik Kejahatan vs Kebaikan. Tapi ada saat-saat di mana kejahatan itu diperuntukkan untuk kebaikan. Ini bisa dilihat saat Salim, membunuh seorang germo untuk menolong Jamal dan Latika. Atau tokoh jahat pun tidak selamanya jahat. Ia bisa memiliki sisi baik. Meski Salim pernah memperkosa Latika dan menjadi bodyguard seorang boss mafia yang menyimpan Latika, ia kemudian menolong Latika untuk melarikan diri, dan kemudian membunuh bossnya sendiri. Tapi pesan moralnya memang masih konsiten dengan nilai karma: Siapa menanam dia yang menuai. Akhir cerita bisa ditebak, Jamal yang lurus akhirnya bahagia. Menjadi milyuner. Hidup bersama dengan kekasih sejatinya. Ah, romantisme indiahe.

Saya juga jadi teringatkan masalah kemiskinan yang masih menghantui bumi ini. Memang benar, kadang kemiskinan bisa membuat persoalan begitu rumit. Sampai-sampai Nabi Muhammad mengingatkan: kemelaratan kadang mendekatkan kepada kekufuran. Dan ketika si miskin benar-benar menjadi kufur, si Kaya juga bisa ikut terbawa-bawa di akhirat nanti. Seberapa jauh ia telah berusaha menyantuni si fakir…


Satu Icon Simpang Dago Telah Tiada

February 27, 2009

aki-dkkBagi yang sering melewati jalan simpang Dago, pasti pernah melihat sosok ini. Seorang kakek-kakek kurus hitam, berpeci haji, menjajakan keripik singkong dari pagi sampai malam. Bisa dikatakan si Aki inilah icon Simpang Dago. Icon perjuangan hidup! Siapapun yang melihatnya akan malu. Beliau yang sudah sepuh begitu masih bersedia menyongsong rezeki tanpa meminta-minta.

Saya sering menjumpainya di Masjid dekat kantorku. Beliau memang tinggal di masjid itu. Tidur sambil membantu bersih-bersih. Beliau selalu shalat berjamaah. Apabila sedang berdagang dan tiba waktu shalat, ia selalu ke masjid itu. Dagangannya diletakkan begitu saja di teras masjid. Jadi kalau kadang saya membeli keripik dan beliau masih sibuk mengaji, saya tinggal ambil keripik dan menaruh uangnya di keranjang dagangan. Beliau sudah paham.

Kadang, beliau menahanku ketika buru-buru keluar setelah shalat. Mengajakku berdiskusi tentang masalah akhirat. Dan terus terang, beliau selalu bisa menasihatiku pada saat yang tepat! Sampai kadang-kadang aku berfikir apakah dia malaikat.

Saya pernah menanyakan tentang  keluarganya. Beliau menjelaskan bahwa keluarganya ada di Cirebon. Anak-anaknya sudah mandiri. Itu saja. Jadi saya berasumsi anak-anaknya sudah mandiri tapi dengan kemampuan ekonomi yang terbatas. Saya tidak terlalu hapal jadwal beliau pulang ke Cirebon, tapi sepertinya sebulan sekali. Seringnya hanya 5 hari di sana, kemudian kembali lagi berjualan di Bandung. Minggu ini sudah lebih dari 7 hari setelah pulang ke Cirebon, beliau belum balik lagi. Ternyata memang beliau tidak akan pernah kembali lagi. Setelah pihak masjid mengontak keluarga si Aki di Cirebon, baru terungkap, si Aki sudah wafat. Beliau dipanggil saat sedang tilawah surat yasin.

Jumat tadi, sebelum khatib naik mimbar. Pihak masjid memberitahukan berita wafatnya si Aki. Dan saya baru tahu, bahwa nama beliau adalah Mulyono. Selama ini kami selalu memanggilnya Aki saja. Ya Allah, sebagaimana indahnya nama dan perbuatannya,  muliakanlah ia di sisi-Mu…


PKS, Partai Kita Semua atau Partai Kebanyakan Singkatan?

February 18, 2009

logo-pksBelum lama ini, setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menciptakan efek gaung dari iklan Pahlawan-nya, PKS kembali menampilkan lanjutan serial iklan politiknya. PKS kembali berusaha mencitrakan dirinya kepada publik sebagai partai yang terbuka melalui akronim yang beragam: Partai Kebal Sogokan, Partai Keluarga Saya, Partai Kyai dan Santri, Partai Keberuntungan Saya, Partai Keren Sekali, Pasti Koruptor Sebel, Peduli Kita Setiap saat, Partai Kita Semua sampai Palestina Kita Sayangi.

Iklan terbaru ini juga menjadi perbincangan politik yang hangat. Dan efek gaung iklan PKS bekerja kembali. Iklan sudah tidak diputar di TV, tapi publik masih memperbincangkannya. Termasuk saya juga. Saya kutipkan script chatting saya (Andi) dengan teman lama saya di Pondok Pesantren dulu, Asep Muhammad Saiful Islam (Amsi).

Andi: Sering ketemu Abi* Kang?

Amsi: Minimal tiap bulan kalo ada pengajian bulanan PKS, saya ketemu abi.

Andi: Pokoknya Ketemu Si Abi maksudnya :D :D

Amsi: Memang Kang Andi ini Pakarnya Kata Singkatan. hehe.

Andi: Punten Kang, Seep** singkatannya :P :P

Amsi: Pasti Kang andi Stoknya msih ada :-) :-) wah Pusing Kepala Sebelah nih mikirin singkatan.

Andi: He he he, iya euy udah lama ga guyonan kayak gini, udah lama ga ketawa sendiri d dpn monitor: Padahal Ketawa Sehat.

Amsi: Paling Kena Stroke kalo terus stress..

Andi: Kang Asep, ada tips untuk blajar bahasa Arab? Dasar2 grammer udah lupa lagi, Kang.

Amsi: Ayo bikin lagi!

Andi: Please Kang, Sudah abis!

Amsi: Bahasa arab kan ga sesulit teknik fisika, Kang. Pulsa Kang Sudah abis. Pake Kartu Seluler apa, Kang?

Andi: Paling Kenceng Simpati.

Amsi: Pake Koneksi Speedy di sini mah.

Andi: Tapi aku pakai Indosat :D :D Pernah Ketemu Santri2 lama?

Amsi: Pake koneksi im2 kang. Paling Kalo Saya ke Bandung aja.

Andi: Pastikan Ketemu Saya, Kang!

Amsi: Pasti Kalo Saya sempet ya..

Andi: Puas Kalau Saya kalah?

………(PC ku ngadat….)

Amsi: Mas kemana tadi?

Andi: PC Ku re-Strart, Kang.

Amsi: PC Ku Shutdown bentar lagi hehe..

Andi: Ha ha ha

Amsi: PLN Kekurangan Stok listrik.

Andi: Partai Keadilan Sejahtera sempat angkat isyu itu –> Garing

Amsi: Partai Ku Sementara netral aja..

Andi: Pak Kyai Sudah fatwakan haram golput :D :D

Amsi: Politisi Kemauan Sebagian kiai aja yang nyalon jadi caleg hehe.

Andi: Paling2 Kagak Semua mau dengerin.

6:10pm

Andi: Pas Kedengeran Suara Adzan Kang?

6:12pmAmsi is offline.

6:13pm

Amsi is no longer online. The following was not sent:

Andi : Pastikan Kita Shalat berjamaah, Kang (send as a message)

Amsi is no longer online. The following was not sent:

Andi: Pamit Kang, Sampai ketemu lg (send as a message)

*) Abi = Bapak (bahasa Arab). Di sini sebagai panggilan sayang untuk Pengasuh Pondok Pesantren PP Miftahul Khayr – Bandung, K.H. Drs. Djalaluddin Asy Syatibi (Anggota DPR RI dari Fraksi PKS).

**) Seep = habis (bahasa Sunda).


Strategi Optimalisasi BUMD-BUMD Jawa Barat

January 23, 2009

Tanggal 19-20 Januari kemarin, beberapa media massa lokal dan nasional ramai-ramai memberitakan BUMD-BUMD Jawa Barat dengan judul standard berita: rada bombastis! Pikiran Rakyat menuliskan, “Tujuh BUMD di Jabar Akan Direvitaslisasi”, Kompas menuliskan, “Tujuh BUMD Direstrukturisasi”, sedangkan Media Indonesia menuliskan, “Gubernur Rombak Direksi BUMD”. Setelah membaca berita tersebut, beberapa rekan-rekan Office Boy (OB) di kantorku mengadu ke saya tentang masa depan perusahaan kami. Mereka tampak cemas: BUMD kita bermasalah! Saya berusaha menjelaskan kepada mereka dengan sederhana. Akhirnya mereka paham.

Tidak bisa dipungkiri, memang kontribusi BUMD Provinsi Jawa Barat pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat minim. Tujuh BUMD yang dimiliki dan aktif hanya menyumbangkan 3,4% dari PAD Jawa Barat 2008. Namun kita tidak bisa mengeneralisasi bahwa semua BUMD tersebut bermasalah. Kita mesti melihat faktor umur, historis dan karakteristik bisnis masing-masing BUMD. Contohnya adalah seperti ini. PT Jasa Sarana tidak bisa dibandingkan dengan PT Agronesia. Sebab karakteristik bisnis infrastruktur yang digeluti PT Jasa Sarana bersifat capital intensive dan long term. Jalan tol baru bisa membagi deviden pada tahun belasan. Pengembangan lapangan panas bumi sendiri memakan waktu 4-5 tahun, baru tahun berikutnya bisa menjual listrik. PT Agronesia lain, dengan dua lini bisnisnya yakni kuliner (BMC) dan produk olahan karet (INKABA), bisnisnya relative lebih quick yield.

Oleh karena itu pemegang saham BUMD, dalam hal ini Gubernur, mesti jeli dalam memetakan masing-masing BUMD untuk menyusun strategi optimalisasi BUMD. Meminjam analisis matriks BCG, BUMD-BUMD Jawa Barat bisa dipetakan sebagai berikut. PT Bank Jabar Banten (Bank Jabar) bisa dikatakan masuk pada kelompok Star. PT Agronesia, PD Jasa dan Kepariwisataaan (PD Jawi) dan PT Jasa Sarana masih masuk dalam kelompok Question Mark. Sedangkan PD Agribisnis dan Pertambangan (PDAP) masuk pada kelompok Dog. Praktis Jawa Barat tidak memiliki BUMD yang berperan sebagai Cash Cow.

bcg-bumd-jabar

Strategi general-nya adalah mendorong Bank Jabar untuk bisa menjadi Cash Cow yang nantinya bisa menyumbangkan cash untuk membesarkan kelompok Question Mark menjadi Star. Tapi ini memakan waktu yang cukup lama. PT Agronesia dan PD Jawi sebenarnya bisa segera dijadikan Star tanpa menunggu Bank Jabar menjadi Cash Cow. Hal ini dimungkinkan karena karakteristik bisnis PT Agronesia dan PD Jawi yang terbilang lebih quick yield dan didukung kekuatan asset yang dimilikinya (terutama asset PD Jawi). Kuncinya adalah fokus. Menurut hemat saya, PT Agronesia akan lebih cepat berkembang menjadi Star dengan memfokuskan diri pada bisnis karet olahan. Sedangkan PD Jawi fokus pada pengelolaan commercial buiding. Dua industri ini (karet olahan dan commercial building) yang pertumbuhannya menjanjikan dan memungkinkan untuk meroketkan PT Agronesia dan PD Jawi menjadi Star. Tentu saja ada harga yang harus dibayar oleh Pemprov: dukungan modal untuk membangun core competency mereka.

Untuk Jasa Sarana, dengan karakteristik long term investment, membuatnya memerlukan asupan cash yang cukup lama. Secara jangka pendek, bisnis ini tidak memberikan sumbangan financial yang signifikan bagi Provinsi. Namun proyek-proyek infrastruktur stratejik yang dikembangkan Jasa Sarana bisa memberikan keuntungan ekonomi bagi Jawa Barat, melalui multiplier effect yang diciptakannya. Baru dalam jangka panjang ia bisa menjadi Cash Cow. Namun PT Jasa Sarana juga sangat mungkin untuk menciptakan kemadirian financial mereka melalui strategi bisnis quick yield melalui anak-anak perusahaannya, terutama melalui PT Jabar Telematika dan PT Jabar Energi.

Untuk PDAP, dengan kondisinya yang kronis dan membebani APBD, strategi yang paling mudah (berarti ada strategi lainnya!) adalah dengan men-divest-nya. Namun yang perlu dilakukan sebelum men-divest perusahaan ini adalah mengamankan asset-aset yang dimilikinya, yang sebagian diantaranya “dikuasai oleh masyarakat”. Atau kalau perlu disusun strategi optimalisasi asset tersebut bersama masyarakat “yang menguasai” yang bersifat mutualisme.

Untuk PT BPR, saya tidak bisa berkomentar banyak. Saya masih confuse apakah keberadaan PT BPR ini bersifat kompetitif dengan Bank Jabar atau tidak? Sejauh manakah peran strategis BPR? Apakah peran ini tidak bisa ditangani oleh Bank Jabar? Saya pikir, baru dengan memahami pertanyaan-pertanyaan di atas, kita baru membuat strategi: apakah divest BPR ataukah sinergi program keduanya.


Bagaimana Mama Lauren dan Paranormal Meramal

January 7, 2009

mlSudah beberapa hari ini diskusi makan siang teman-teman kantor bertema ramalan 2009-nya Mama Lauren (ML). Di bidang politik, ML bilang akan terjadi pergolakan politik besar-besaran; Dua politisi kawakan tewas terbunuh akibat akumulasi persaingan. Di bidang ekonomi:  Banyak cobaan di sisi properti, pertambangan, perkebunan, penerbangan, perkapalan, dan perminyakan; Banyak perusahaan yang gulung tikar dan mem-PHK karyawannya; Investor di bisnis properti sebaiknya lebih bersabar; Bursa saham akan ditutup di beberapa negara termasuk Indonesia; Harga sandang dan pangan juga melonjak naik. Di bidang entertainment: Wabah kawin cerai masih tetap marak; Tapi ada dua pasangan yang sudah bercerai akan rujuk kembali; Indonesia juga akan kehilangan tujuh bintang terkenal, yakni empat laki-laki dan tiga perempuan. Dua laki-laki dan satu perempuan di antaranya meninggal karena narkoba, dan empat orang lainnya karena sakit. Tentang alam (bencana) di antaranya:  Curah hujan terbesar akan terjadi pada Desember 2008 hingga Januari 2009; Musim pancaroba akan terjadi pada April dan Mei serta Oktober-November; Gempa bumi juga terjadi di sejumlah wilayah yang akan memakan banyak korban jiwa dan materi; Akan terjadi gunung meletus; Bencana banjir di DKI Jakarta juga tak bisa dielakkan; Banjir dan tanah longsor akan terjadi di daerah Jawa Barat; Gempa dan tanah longsor juga masih mengintai Sumatera Barat, Tapanuli bagian barat, dan Aceh bagian Barat; Sedangkan air laut yang pasang akan mengalir menuju sungai-sungai di Kalimantan.

Menyikapi ramalan ML tersebut saya cuma bilang ke teman-teman: Tidak ada satu mahluk pun yang tahu pasti tentang masa depan. Hanya Tuhan yang tahu! Manusia hanya bisa memprediksi berdasarkan data historis berikut analisisnya. ML pun demikian juga. Saya berkeyakinan ML itu rajin mengikuti berita media massa serta membaca kolom analisis politik dan ekonomi di surat kabar. Tapi saya tidak yakin kalau ML berlangganan data release-nya lembaga survey, seperti Biro Pusat Statistik (BPS), AC Nielsen, CIC, dll. Lihat saja hasil prediksinya tentang 2009. Sebagian besar prediksi tersebut mah hanya ekstrak dari analisis trend kondisi politik, sosial dan ekonomi di Indonesia yang bisa kita tangkap juga apabila kita rajin membaca dan mengikuti berita.  Politik di 2009 pasti akan bergolak kan memang ada Pemilu. Industri properti dan manufaktur berorientasi ekspor memang lagi turun akibat krisis financial global yang berakibat pada banyaknya PHK. Trend harga minyak dan batu bara sejak pertengahan 2008 kemarin memang juga turun. Bursa saham 2008 kemarin juga sempat ditutup karena anjlok drastis. Harga sandang pangan naik ya karena memang inflasi yang cukup tinggi. Prediksi di entertainment tidak perlu saya komentari, itu semua bisa kita peroleh kalau rajin mengikuti infotainment.  Kalau masalah cuaca dan gempa bumi, kita juga bisa prepare dengan menyimak prediksi dari BMG.

Untuk membuat diferensiasi dengan analisis para pakar, ML merumuskan beberapa prediksi yang lebih detil dan dramatis. Untuk itu ML memakai bilangan yang definitif. Misal 2 pasangan artis akan rujuk kembali. Tapi kalau menyebut 2 politisi kawakan akan terbunuh, saya pikir ini lebih merupakan upaya dramatisisasi agar prediksinya terkesan magis.

Terus ada yang bertanya, bagaimana kalau ML atau paranormal mendapat bisikan dari roh halus atau jin. Saya bilang bisa saja paranormal itu mendapat bisikan dari jin usil/setan. Ingat jin usil/setan, bukan roh orang yang sudah meninggal. Tapi tetap saja jin usil juga tidak bisa mengetahui masa depan, mereka juga seperti kita hanya memprediksi berdasarkan data historis dan analisisnya. Jin/setan juga punya BPS. Mungkin mereka juga mengintip hasil survey nya lembaga survey manusia. Setan/jin usil memang berkepentingan menjerumuskan manusia agar mempercayai dukun/paranormal. Mereka melengkapi diri dengan data-data untuk mensuplai bisikan-bisikan ke paranormal yang “mendekati” akurat sehingga makin banyak manusia yang dijerumuskan. Dan kebetulan mereka punya advantage dari sifatnya yang bisa melihat manusia tapi tidak bisa dilihat manusia. Mereka melengkapi data-data survey dengan perilaku/gerak-gerik manusia yang mendukung ramalan.

Lain lagi kalau ramalan bintang bulanan (horoscope) di majalah, internet atau mobile (sms), itu mah hanya permainan kata-kata. Administrator hanya mengacak data base kalimat: kondisi dan saran. Misal hati-hati dengan kondisi kesehatan Anda. Anda akan mendapat rezeki tak terduga. Hubungan dengan pasangan renggang. Itu kan cuma kondisi-kondisi umum yang bisa berlaku kepada siapa saja secara acak. Kalau mau lebih canggih sebenarnya administrator bisa bermain dengan data statistik. Tapi tetap saja itu semua tidak bisa menggambarkan masa depan. Mau-maunya ya orang kirim sms ke REG XXXX untuk mendapatkan ramalan acak. Mau-maunya ya ada orang pindah kerja gara-gara ramalan tidak cocok kerja di air. Lebih bodoh lagi ramalan jodoh yang hanya melalui nama orang dan calon pasangannya.

Nah, dengan mengetahui pola paranormal/dukun bekerja seperti dipaparkan di atas, kita harus sadar daripada percaya kepada paranormal mending rajin mengikuti informasi dan menyimak analisis dari pakar di bidangnya. Secara agama, mendatangi dukun itu termasuk syirik karena menganggap ada yang lebih pintar dari Tuhan. Secara logika mendatangi dukun itu hal yang bodoh karena mereka sama-sama tidak tahu. Secara psikologi, mempercayai dukun itu termasuk sakit jiwa karena tak percaya potensi diri.