Saya sering tertawa kalau ada kenalan baru yang menanyakan background sekolah, “dulu kuliah di jurusan apa?” Ketika saya menjawab “Teknik Fisika,” ia menyahut dengan cepat, “wah hebat.” Saya tertawa karena tak bisa menemukan di mana letak hebatnya. Sebab Teknik Fisika atau Fisika itu sama dengan ilmu lainnya, sama dalam effort untuk menguasainya. Tapi di sisi lain saya trenyuh, sebab itu berarti di dalam benak mereka Fisika itu sesuatu yang susah dijangkau. Saya lebih trenyuh lagi saat mendengar keluhan anak-anak sekolah tentang susahnya menyelesaikan soal-soal ujian Fisika. Saya trenyuh karena betapa cepatnya mereka men-judge Fisika sebagai pelajaran sulit.
Padahal Fisika itu memang ilmu yang biasa-biasa saja. Dalam arti semua orang bisa menguasainya, seperti menguasai ilmu manajemen, hukum dan sebagainya. Jadi apa sih yang membangun image Fisika sesuatu yang super sulit? Hemat saya ada beberapa hal yang membuat Fisika terkesan sebagai pelajaran yang super sulit.
1. Paradigma bahwa Fisika hanya bisa dikuasai oleh orang cerdas
Banyak kalangan yang beranggapan bahwa fisika adalah ilmu yang susahnya minta ampun, sehingga yang bisa menguasainya hanya orang-orang jenius, minimal cerdas. Alasan orang menganggap fisika itu sulit karena banyaknya hal-hal yang terkesan abstrak. Seperti gaya (force), momentum, listrik, dsb yang “tidak kelihatan.” Fisika kok abstrak?!
Pendapat tersebut jelas salah besar. Untuk menguasai Fisika cukup diperlukan satu syarat saja: akal sehat. Jadi, asal anda tidak gila, dalam arti memiliki akal sehat, itu sudah sangat cukup untuk memahami fisika dengan baik.
2. Fisika adalah pelajaran hafalan rumus
Padahal menghafal hanya sebagai alat bantu untuk mempercepat penyelesaian soal. Cara menghafalnya pun ada triknya sehingga mudah diingat sesuai logika akal sehat. Dengan memahami gaya dan gerak, kita akan sangat mudah menghafal rumus tegangan permukaan, rumus gerak peluru dan rumus lainnya yang terlihat panjang dan rumit (akan saya coba terangkan di pembahasan selanjutnya).
3. Fisika adalah matematika
Matematika hanyalah alat bantu. Dan sama seperti Fisika, Matematika itu selaras dengan akal sehat, jadi sebenarnya manusia itu tidak punya kesulitan memahami matematika.
Sebagai urun rembug, ada beberapa usulan yang bisa dipertimbangkan oleh guru-guru Fisika agar murid-muridnya menyukai Fisika, antara lain:
- Perbanyak praktikum. Agar tidak terkesan abstrak, murid harus diajak belajar dengan menyaksikan fenomena. Ini bisa dilakukan dengan melakukan banyak praktikum. Sebagai catatan, praktikum ini bisa dilakukan meski dengan alat sederhana! Saya sangat salut dengan salah satu dosen optik Teknik Fisika, Prof. Andri. Beliau membangun peralatan praktikum optik dengan alat-alat sederhana. Tapi dari situlah teman-teman Teknik Fisika bisa memahami arti fisis fenomena optik dengan jelas. Bahkan dari lab sederhana inilah banyak penelitian yang muncul di jurnal-jurnal ilmiah internasional. Berbicara tentang arti fisis ini, saya jadi teringat dengan salah satu teman saya. Setiap habis diterangkan oleh dosen, terutama kuliah-kuliah yang terkesan abstrak, seperti elektromagnetik dan fenomena gelombang, pertanyaan yang selalu ditanyakan adalah : Arti fisisnya seperti apa? Karena seringnya menanyakan seperti itu, pertanyaannya selalu bisa ditebak “arti fisisnya seperti apa?” Dia sering diledek, tetapi dia memang benar, untuk lebih memahami kita memang memerlukan deskripsi fisis! Dia sekarang benar-benar menjadi ilmuwan!
- Perbanyak akses informasi melalui internet. Buatlah siswa didik kita untuk rajin berfisika ria di internet. Sekarang banyak website yang menampilkan ilustrasi dan simulasi peragaan fisika yang akan memudahkan pemahaman anak didik tentang fisika.
- Kunjungan ke Laboratorium dan industri. Kunjungan ke laboratorium dan industri terkait akan membantu pemahaman siswa didik mengenai arti fisis dan terapannya di kehidupan nyata.
- Metoda pengajaran yang santai. Ini sangat penting. Sangat disayangkan image yang terbangun selama ini adalah kebanyakan guru Fisika itu galak. Untungnya saya selalu mendapat guru Fisika yang kocak (mungkin gara-gara ini saya jadi masuk Teknik Fisika). Jika murid-murid sudah merasa nyaman dan dekat dengan guru Fisika, dijamin mereka akan mau mati-matian memahami Fisika. Kalau perlu anjurkanlah siswa didik Anda untuk suka membaca buku sastra! Buku sastra akan melatih kemampuan bahasa dan imajinasi siswa didik Anda untuk mendeskripsikan fenomena alam ke dalam bahasa yang mudah dipahami. Kemampuan ini akan sangat membantu mereka kelak ketika menjadi ilmuwan.
Posted by Agus Fitriandi 
Posted by Agus Fitriandi 