Katakan “No” untuk Celana Jeans Ketat!

skinny.jpgKadang saya suka iseng untuk memperhatikan mode pakaian yang sedang nge-trend. Mode berpakaian sungguh obyek pengamatan yang menarik. Penyebaran mode dewasa ini memang sangat cepat, karena didukung kemudahan akses informasi, baik media cetak maupun elektronik. Yang menjadi perhatian Penulis bukan bagaimana kecepatan penyebaran informasi mode itu sendiri, tetapi yang lebih menarik adalah bagaimana masyarakat kita begitu mudah untuk mengikuti trend mode tanpa syarat.

Mode yang sedang ngetrend di kalangan anak muda Indonesia sekarang ini adalah celana jeans ketat. Jika Anda sedang berjalan-jalan di mal-mal, kampus-kampus atau di jalanan, Anda tak akan kesulitan menemukan muda-mudi memakai celana jenis ketat seperti ini. Kalau untuk laki-laki, celana ini seringnya dikombinasikan dengan celana dalam Boxer, yang sengaja dipertontonkan dengan cara memelorotkan celana panjangnya. Kalau perempuan sih tidak sebrutal itu. Cuma sayangnya perempuan sering mengkombinasikan celana jeans ketat ini dengan kaos oblong yang minim. Akibatnya dengan gerakan sedikit aktif, seperti membungkuk, maka terlihatlah bagian bawah pinggulnya, kadang celana dalamnya juga turut terlihat, yang lebih parah adalah sampai kelihatan belahan pantatnya! Salah satu teman Penulis pernah mengungkapkan kesebalannya. Dia bilang “mending kalo yang makai celana ketat ini memakai celana dalam indah dan memiliki pantat yang mulus. Lha kalo memakai celana dalam yang sudah dekil, kendor dan ditambah pula pantat yang tidak terawat, betul-betul suatu pemandangan yang menjijikkan!”

Ini bukan berarti penulis diskriminatif, bahwa celana ketat ini hanya untuk mereka yang memiliki pantat yang bagus. No! Bagi Penulis celana jenis ini tidak cocok untuk dipakai oleh masyarakat Indonesia, baik yang memiliki pantat yang indah atau tidak. Memang banyak orang yang menolak pemakaian celana ketat dengan berdalih agama dan moralitas. Tapi kalau tidak boleh berdalih atas nama agama dan moralitas, Penulis akan mengulas ketidaksreg-an ini melalui ilmu pasti : Fisika dan Biologi.

Pakaian ketat, secara Fisika, adalah pakaian untuk musim dingin. Dan setahu Penulis, jeans ketat memang biasa di pakai oleh orang-orang yang tinggal di wilayah subtropis (Eropa, Amerika) di musim dingin. Pakaian ketat akan meminimalisasi kontak antara bagian tubuh dengan udara di sekeliling kita. Kontak yang minimal ini akan mengurangi perpindahan kalor dari tubuh manusia dengan udara dingin, sehingga manusia tidak terlalu merasakan efek dari hawa dingin.

Lha kalau celana ketat dipakai di bumi Indonesia yang beriklim tropis akibatnya justru malah merugikan. Udara tropis yang relatif lembab dan panas membuat bagaian tubuh pemakai celana ketat tidak nyaman: gerah, berkeringat. Dan ingat, dari Biologi kita belajar, keadaan tersebut merupakan media yang paling menyenangkan bagi bakteri. Akibatnya pemakai celana jeans ketat lebih mudah terserang penyakit kulit. Alih-alih mau pamer pantat dengan memakai celana ketat malah jadi kudisan! Jadi bagaimana, masih mau memakai celana jeans ketat?

5 Responses to “Katakan “No” untuk Celana Jeans Ketat!”

  1. neny Says:

    agak gak setuju sih ma pendapat penulis,tapi soal yg keliatan pantat nya aku juga sering sebel juga kalo ada cewek dengan pede nya pamer celana dalam dan “celengan babi” nya (belahan pantat).mending2 mulus.
    gak setujunya celana ketat cocok juga kok dipake di indo,apalagi buat yg punya body gede kaya aku,efek ketat nya bisa ngurusin badan….kesimpulannya cocok dan sah2 aja make celana jeans ketat asal bisa padu padan nya…..

  2. Agus Fitriandi Says:

    He he he. baru denger istilah baru “celengan babi”. Hmm, rada meragukan kalau celana jeans ketat bisa menguruskan badan. Menurutku akan lebih signifikan menurunkan berat badan dengan diet dan olah raga teratur.

  3. sasha Says:

    humff……..
    Quu baru tau kalu celana ketat tu ada efek negatifnya,,
    Quu juga pemaKai celaNa ketet,
    tyuz gmna dunk,,
    biZ Quu lebih pantes pake celana ketat.
    dgan meliat postur tubuhQuu
    pi untungnya Quu gak seperti mereka iang memamerkan “celengan babi’nya”
    Quu lebih suka memakai atasan iang panjangnya menutupi maaf”pantat”
    tuz sekarang quu mezti gmna dung…….???

  4. Agus Fitriandi Says:

    Sasha Yth., kesesuaian pakaian dengan postur tubuh bisa juga diakali dengan kombinasi atasan-bawahan yang serasi, atau motif baju yang kita pakai kan? Preferensi utama memilih pakaian kan aman dan nyaman, setelah itu baru keindahan. Kalau hati kita sudah merasa aman dan nyaman, kecantikan yang akan memancar dengan sendirinya (wuih). Intinya kan kita yang memakai pakaian, bukan pakaian yang memakai kita. Setuju?

  5. putra purnama Says:

    Menurut saya sudah WAJIB hukumnya jika celana ketat itu tidak dperbolehkan bagi perempuan baik berbahan ‘jeans” ataupun kain, silahkan cari sendiri dalil yang mengatakan “janganlah kamu memperlihatkan lekuk tubuh kalian”…. Tidak masalah juga bagi pemakai celana “jeans” asalkan tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya. Dan yang perlu diingat adalah, bagaimana “proses” kita utk menuju kebaikan yang dinilai Allah SWT.

    Wallahu a;lam.

    Please Visit: http://www.putrpurnama.wordpress.com

Leave a Reply