Prosesi Batal Wudlu Ibas-Aliya Tidak Syah

November 24, 2011

Sambil bekerja di depan laptop, saya mengikuti siaran langsung nikahan Ibas-Aliya di televisi (maklum, ini sindrom multitasking). Ada satu yang mengganjal di prosesi ini, yakni saat prosesi ditutup dengan ritual batal wudlu: Pengantin pria menyentuh kening pengantin perempuan dengan jempol tangan, sambil membaca Basmallah, Surat Al Fatihah, dan Shalawat.

Menurut saya prosesi ini tidak syah, karena secara fiqh, sentuhan suami-istri itu tidak membatalkan wudlu. Prosesi ini mestinya diulang. Saya mengusulkan dengan ritual (maaf): Kentut bersama. Karena kentut memang membatalkan wudlu. Kan lebih tidak sopan kalau pakai ritual kencing bersama atau BAB bersama…He he he. Jujur, ini bukan karena saya iri. Dari hati yang paling dalam saya sangat bahagia dengan pernikahan mereka berdua: “Barakallahu laka wabaraka ‘alayka wajama’a baynakuma fi khayr.”

O, iya khutbah nikah dari pak Arif Rahman sangat menyentuh. Saya mesti banyak belajar menyelami hati istri. OK saya mau latihan dulu: Tahan nafas….(menyelam…..)


Kisah di Balik Reshuffle Kabinet

October 19, 2011

Ternyata susunan kabinet baru yang diumumkan pada Selasa petang kemarin tidak hanya membuat “big question mark” bagi orang awam seperti saya, tapi juga bagi Ibas, anaknya pak SBY yang nota bene keluarga dekat dan pengurus pusat PD yang dinaungi pak SBY. Berikut petikan dialog antara Ibas dan pak SBY.

Ibas: “Pak, yang paling membingungkan saya, kenapa Bapak mengganti menteri ESDM dengan menteri pariwisata?”

SBY: “Bas, Ibas, bodoh kok  di pelihara. Ini terobosan, Bas. Kamu tahu ndak, Indonesia sekarang ini kan memiliki wilayah pertambangan dengan kerusakan lingkungan yang tinggi. Contohnya di lingkungan Freeport, bekas galian dan limbah tailing luar biasa banyaknya. Mau Kamu apain lokasi seperti itu? Nah, ini tugas pak Jero Wacik! Dia harus bisa membuat tempat-tempat bekas penambangan yang rusak itu menjadi daerah tujuan wisata. Misalnya pada contoh Freeport tadi, dibuat wahana arung jeram limbah tailing. Contoh lainnya mengembangkan wisata lumpur Lapindo. Hebat, kan?

Ibas: (Manggut-manggut pura-pura paham) “Nah kebingungan nomer dua saya mengenai penggantian menteri Kelautan dan Perikanan dari pak Fadel ke pak Cicip, Pak. Saya pikir prestasi pak Fadel cukup bagus selama ini, mengapa diganti?”

SBY: “Pertanyaan bagus, Bas. Jawabannya sedikit filosofis simbolis. Ini terkait dengan keberhasilan program yang dicanangkan kementrian ini yakni program “Mari Makan Ikan”. Masyarakat kita masih banyak yang tidak suka makan ikan. Jangankan makan, cicip-cicip saja mereka ndak mau. Karena itu lah Bapak tunjuk pak Cicip, biar program Mari makan Ikan lebih memasyarakat. Setelah pak Cicip masuk, program itu akan diganti menjadi “Mari Cicip Ikan”. Paham kan, Bas? Penggantian menteri BUMN juga bisa dikaitkan dengan filosofis simbolis juga, Bas. Selain Bapak memang menginginkan banyak trobosan di kementrian BUMN, tapi Bapak juga ingin mengirim pesan kepada direktur-direktur BUMN yang nakal. Kalau mereka nakal, akan Bapak suruh pak Dahlan menyetrum  mereka!”

Ibas: “OK, Pak, kebingungan selanjutnya…Di masyarakat santer beredar kabar justru yang akan diganti menpora dan menakertrans yang kementriannya sedang banyak kasus. Kenapa dua menteri itu tetap Bapak pertahankan?

SBY: “Bas, jujur saja ini dilema buat Bapak juga. Tapi akhirnya Bapak memutuskan bahwa dua menteri itu sudah banyak buat masalah. Bapak ingin mereka menyelesaikan masalah-masalah yang telah mereka buat. …”

Tiba-tiba terdengar suara, “Mas, Mas, bangun! Sudah adzan Subuh…”  Ternyata itu tadi cuma mimpi. Kebingungan saya atas hasil reshuffle kabinet baru sampai terbawa ke alam mimpi. Otak iseng bawah sadar saya lah yang mereka-reka dialog SBY dan Ibas tadi.

Saya langsung duduk dan beristighfar. Saya harus berprasangka baik kepada bapak SBY. Reshuffle kabinet itu secara hukum memang hak prerogatif presiden, jadi kita tak perlu ambil pusing dengan berbagai alasan di baliknya. Dan beliau itu orang pinter jadi sangat paham konsekuensi segala keputusannya…


Let’s Sharpen Our Sense of Humor

September 7, 2011

Thank God, my baby has a good sense of humor. At 1 year old, Morteza can make humor by playing his face (see the picture below). When we laughed his action, so did he and he repeated the action.

Today, psychologists consider humor as a tool for looking at development and cognition. In adults, a deficient sense of humor can signal a variety of disorders such as schizophrenia, autism and Asperger syndrome, and offers new insights into the nature of those conditions. In children, a developing sense of humor can serve as a weather vane for emerging cognitive features such as recognizing intentionality and understanding symbolism (The Joke’s in you, by Michael Price).

So let’s sharpen our sense of humor…


Data Termofosika Musicool

August 25, 2011

Berhubung dengan banyaknya permintaan pembaca terhadap data termofisika refrigran hidrokarbon, saya upload data termofisika refrigeran hidrokarbon produksi Pertamina: MC-12, MC-22 dan MC-34. Data tersebut adalah sisa-sisa dokumentasi penelitian masa kuliah dulu. Semoga bermanfaat!

MC12

MC22

MC34


Ramadan Control System

August 8, 2011

In this Ramadan morning, I remember a subject when I was in Engineering Physics Department – ITB, 10 years ago: Automation & Control. Frankly, I forget most of the subject. But I am trying to remember the rest in this Ramadan Control System Diagram…


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.